Matched Content

Tuesday, November 21, 2023

Honda Instrumen Dan Lampu Dashboard Berkedip

 


Prosedur perbaikan ini dapat juga diterapkan pada kendaraan merk lain (Toyota, Nissan, Ford, Suzuki, dan lain-lain), dan perangkat elektronik lain, yang terganggu oleh uap air yang mengembun di dalam perangkat elektronik.

Jika kerusakan serius belum terjadi, sistem elektronik akan kembali beroperasi normal setelah embun mengering. Namun ada kemungkinan sistem tidak segera kembali normal dan diagnosis lebih lanjut mungkin diperlukan.

Honda Jazz (GD3) dan City (GD8) odometer berkedip dan pengukur bensin (fuelmeter) tidak berfungsi. Lampu penerang dashboard juga berkedip, demikian juga beberapa tanda peringatan seperti: airbag, temperatur, dan lain-lain. Tapi pada kasus yang saya alami, tachometer, rem parkir, masih berfungsi normal.


Sebelum perbaikan dilakukan, sebagai langkah pengamanan, terlebih dulu lepaskan konektor negatif dari aki.



Lepaskan bingkai dashboard dengan cara menariknya.



Lepaskan 4 sekrup yang memegang bingkai dalam. Dibutuhkan obeng kembang (plus, positif) yang cukup panjang, karena posisi sekrup yang dalam. Obeng juga harus berdaya magnet kuat, untuk memegang sekrup agar tidak jatuh. Jika sekrup jatuh ke dalam dashboard, maka akan sulit mencarinya. Juga ada resiko korslet (hubung singkat, arus pendek), jika sekrup mengenai kabel atau konektor yang terbuka. Tarik bingkai tersebut, setelah 4 sekrup terlepas.


Lepaskan 5 sekrup pemegang topi dashboard. Topi ini mempunyai 5 klip, hati-hati jangan sampai ada klip terlepas, saat topi ditarik.


Saat topi sudah terlepas maka dua konektor (biru dan hijau) akan terlihat.


Semprot kedua konektor dengan WD-40. Karena posisi konektor tegak, maka cairan WD-40 dapat meresap turun ke dalam lubang-lubang konektor. Tidak perlu melepas konektor. 

Foto di atas diambil dari balik kaca depan, sehingga tampak adanya bayangan pada kaca. Tampak selang WD-40 diupayakan tegak di atas konektor agat semburannya segera masuk ke lubang-lubang pada konektor.

Untuk mengetahui hasil perbaikan, pengujian dapat dilakukan jika Anda yakin tidak ada sekrup ataupun klem yang terlepas dan jatuh ke dalam dashboard. Pasang kembali terminal kabel negatif aki. Putar kunci kontak pada posisi On. 

Jika memang ada konektor yang kotor maka biasanya akan kembali normal setelah cairan WD-40 meresap.

Jika ternyata odometer, fuelmeter, ataupun instrumen lainnya, belum normal. Maka kedua konektor terpaksa harus dibuka dengan menekan klip di belakang konektor. Lalu konektor ditarik ke atas. Biasanya setelah disemprot WD-40, konektor lebih mudah dilepas. 

Lakukan dengan hati-hati karena konduktor di dalam konektor sangat halus seperti jarum. Selanjutnya semprotkan lagi WD-40 pada konektor jantan dan betina. Pasang kembali konektor dengan hati-hati.

Membersihkan konektor dengan cara ini, cukup disemprot WD-40 dari belakang, tanpa melepas konektor, juga dapat diterapkan pada konektor lain seperti untuk: radio, tape, CD, mp3 player, alarm, wiper, klakson. dan lain-lain. Terutama peralatan dengan arus atau daya listrik rendah.

Perlu diperhatikan bahwa peralatan elektronik mobil zaman sekarang sangat rentan terhadap kelembaban. Adanya air di dalam kabin, seperti minuman tanpa tutup, rembesan air hujan, karpet lembab, yang dibiarkan terlalu lama sampai berhari-hari, dapat menyebabkan gangguan pada perangkat electronik seperti: Engine Control Modul (ECM), Body Control Modul (BCM), speedometer, odometer, fuelmeter, tachometer, radio, tape, dvd player, mp3 player, GPS, dan lain-lain.

Uap air dapat masuk ke dalam perangkat elektronik. Lalu uap air dapat mengembun di dalam perangkat elektronik. Air embun akan mengacaukan sistem elektronik.

Jika belum terjadi kerusakan parah, sistem elektronik akan kembali normal saat embun sudah kering atau menguap kembali.

Bantalan karpet adalah jenis bantalan busa yang digunakan di bawah karpet. Fungsi utamanya sebagai peredam suara. 

Jika terlanjur basah, busa di bawah karpet sulit dikeringkan. Jika busa lembab, karpet di atasnya kadang tampak kering. Untuk itu karpet harus disibak agar busa dapat dicek apakah lembab atau kering. Jika lembab, sebaiknya busa dilepas dan dikeringkan di luar kabin agar tidak terjadi kondensasi pada perangkat elektronik. 

Jika di bawah karet atau plastik alas kaki terdapat embun, atau kadang kaca mobil berembun di pagi hari di bagian dalamnya, setelah parkir semalaman. Hal ini bisa jadi pertanda bahwa busa dalam kondisi lembab, sebagaimana foto di bawah.



Pada bagian kiri foto di atas, yang berwarna hitam adalah alas kaki karet, tampak di bawahnya basah oleh embun. Yang berwarna krem adalah karpet yang terlihat kering. Sedangkan yang berwarna kuning adalah busa, terlihat kering, tapi kalau diraba tangan, busa ini terasa lembab.

Kadang busa ini sulit dilepas, karena ukurannya yang besar, tanpa sambungan, dan tertutup karpet yang juga besar tanpa sambungan. Untuk melepas karpet dan busa, harus melepas jok (kursi). Vacuum cleaner (penyedot debu) yang dapat mengisap air (basah kering), bisa digunakan untuk mengeringkan karpet dan busa yang lembab, tanpa melepas karpet dan busa. Semburan angin dari vacuum cleaner, kompresor angin, kipas angin, bisa digunakan untuk mengeringkan karpet dan busa. Dengan meniup ke bawah busa dan karpet yang disibak (dibuka sedikit).

Handuk, chamois, kain penyerap lainnya, kertas koran, kertas karton, kardus, bisa digunakan untuk menyerap air dari karpet dan busa. Dengan cara menyelipkan di bawah karpet dan busa. Tapi harus berhati-hati jika ada kain atau kertas tebal di bawah karpet, jika mobil dikendarai. Karena kain dan kertas tebal tersebut dapat bergeser dan mengganggu pedal rem, gas dan kopling.

Kantong penyerap lembab (dehumidifier bag) bisa digunakan untuk menyerap uap air dari dalam mobil, sehingga mengeringkan karpet dan busa. Biasanya diisi dengan kalsium klorida atau gel silika sebagai penyerap air. Letakkan di dekat bagian yang lembab, tutup rapat pintu dan kaca mobil. Setelah beberapa jam, kantong akan jenuh air, lalu dijemur agar kering kembali. Kantong bisa juga dikeringkan dengan microwave, lalu digunakan kembali.

Minyak pelumas yang terkandung pada WD-40 lebih lengket dan lebih meresap daripada air. Sehingga dapat menepis air yang sudah menempel pada konduktor, mencegah embun menempel kembali, dan lapisan minyak dapat mencegah karat. Tapi tidak cocok untuk lingkungan berdebu, karena debu dapat terkumpul dan menempel pada minyak.

Ada pilihan pembersih lain, yaitu menggunakan WD-40 Specialist Contact Cleaner. Produk ini dapat membersihkan oli, kotoran, dan kondensasi air pada peralatan elektronik dan listrik sensitif. Produk ini cepat kering, tidak meninggalkan minyak dan residu. Aman dan ideal untuk digunakan pada papan sirkuit tercetak (Printed Circuit Board, PCB),  terminal baterai / aki, saklar, relai, sekring, panel listrik, konektor, dan lain-lain. Karena produk ini tidak meninggalkan minyak, maka cocok untuk lingkungan berdebu. Sehingga debu tidak terkumpul dan lengket pada minyak.

Selain WD-40, ada juga Standard Contact Cleaner Lubricant, yang mengandung minyak pelumas. 

Sedangkan CRC CO Contact Cleaner tidak mengandung minyak pelumas, dan cepat kering tanpa bekas dalam waktu kurang dari satu menit.





No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site