Pemasangan paving block dapat menggunakan batu bata merah dan batu split sebagai pondasi. Guna menghambat pertumbuhan tanaman gulma disela-sela paving.
Pada foto di atas, pondasi batu bata berguna untuk supaya paving block atau connecting block lebih stabil tidak banyak gerakan. Area paving ini nantinya hanya untuk menanggung beban orang, bukan untuk dilewati mobil.
Pemberian sedikit semen dan pasir sebagai landasan pada tanah, agar membuat susunan batu bata dan batu split di atasnya terkunci. Sehingga dapat mencegah batu split terbenam ke dalam tanah setelah beberapa lama terkena air. Juga membuat pondasi yang lebih kokoh menahan beban. Sehingga susunan paving tidak mudah amblas ataupun longsor.
Ketebalan lapisan semen pasir hanya sekitar 1 centimeter saja, karena ditujukan hanya untuk mengunci batu split, tidak untuk menutupi muka tanah dengan rapat.
Tampak pada foto, sepotong kayu panjang digunakan untuk meratakan sebaran batu split di atas lapisan semen, hingga sesuai tinggi bata merah.
Jika kesulitan meratakan batu split, bata merah bisa ditambahkan lebih banyak. Karena bentuknya yang teratur, bata merah lebih mudah diratakan permukaanya. Sementara batu split karena bentuknya tak beraturan, maka lebih sulit diratakan.
Batu split, batu pecah atau batu belah, bisa mengalirkan air hujan dari atas paving, menuju sela-sela semen, dan lalu menyerap ke dalam tanah, sehingga mencegah genangan air di atas paving.
Jika terlalu banyak semen, air akan sulit menyerap ke dalam tanah. Tapi tentu saja akan lebih kokoh menahan beban.
Jika menggunakan landasan yang banyak pasir, akan mudah menyebabkan lumut, gulma, rumput, dan tumbuh-tumbuhan kecil lainnya untuk dapat hidup dan merambat dari pasir, merambat di antara sela-sela paving dan muncul di permukaan paving.
Akar tanaman dapat lebih mudah merambat di antara butiran pasir, tapi akan sulit merambat di antara bongkahan batu split. Butiran pasir dapat membentuk rongga-rongga kapiler yang dapat menyimpan air, sehingga disukai akar tanaman.
Pada foto di atas, sebagian paving block sudah terpasang. Jika ternyata ada permukaan paving yang terlalu tinggi, bisa disetel dengan memukul-mukul batu split yang menonjol.
Sedikit semen boleh ditambahkan untuk menambal bagian yang kurang tinggi. Hindari gunakan banyak pasir untuk setel permukaan agar rata, karena pasir dapat ditumbuhi akar tanaman rambat.
Kelemahan landasan paving dengan batu split adalah: paving masih bisa bergerak saat diinjak kaki. Gunakan sedikit semen untuk mengunci paving yang terlalu banyak bergerak. Jika ukuran paving block cukup seragam, dan terpasang rapat dan rapi, maka gerakannya bisa diminimalkan.
Ada pendapat bahwa mencampur pasir dengan batu gamping atau kapur sebagai landasan paving, bisa mencegah gulma di atas paving. Tapi harga kapur cukup mahal. Juga kandungan kapur dapat mematikan tanaman yang sengaja dipelihara di sekitar paving.


