Matched Content

Wednesday, June 16, 2021

Cara Memasang Saklar Dengan Lampu Indikator



Saklar (switch) dengan lampu indikator  ini sangat populer dan murah harganya. Ada 5 (lima) rangkaian yang dibahas, dilengkapi video-video untuk setiap rangkaian. Dengan contoh penerapan untuk mengkontrol pompa air yang berada di luar rumah, agar mudah diketahui jika pompa bekerja. Saklar ini biasa dipakai untuk: kabel sambungan (extension cable), power suplai, cas aki (accu charger), StaVol (Stabilizer Voltage) atau Automatic Voltage Regulator (AVR), penyedot debu (vacuum cleaner), panel listrik, lampu yang jauh dari saklar atau lampu taman, pompa tekanan tinggi (high pressure pump), jaringan listrik perahu dan kapal, pendingin udara (Air Conditioner, AC), dan lain-lain.

Saklar yang dibahas adalah tipe KCD4, lampu indikatornya hanya menyala pada tegangan tinggi sekitar 90-250 volt AC atau DC. Lampu indikator adalah neon mini (NE-2) yang bisa bekerja dengan arus searah dan arus bolak-balik, jika tegangannya sesuai. Tapi saklarnya bisa bekerja pada tegangan rendah. Foto di atas memperlihatkan saklar pada posisi On atau menyambung. Tertulis pada tombol merah 1 adalah posisi On, dan 0 adalah posisi memutus atau Off.

Kapasitas arus 15 Ampere pada 250 VAC, dan 20 Ampere pada 125 VAC.

PERHATIAN:
Rangkaian-rangkaian berikut terhubung dengan jaringan listrik  220 VAC dari PLN. Selalu gunakan alat perkakas yang terisolasi dengan baik. Jangan menyentuh rangkaian saat terhubung dengan jaringan listrik. Pastikan sekring atau MCB (Miniature Circuit Breaker) terputus, saat menyambung rangkaian dengan jaringan listrik. Selalu pastikan dengan Test Pen tidak ada tegangan pada jaringan, sebelum menyambung rangkaian ke jaringan. 

Jika pada rangkaian hanya satu kabel jaringan listrik yang terhubung langsung ke saklar. Maka sebaiknya kabel tersebut adalah kabel tegangan (kabel fasa, kabel api), bukan kabel netral dari jaringan listrik. Agar memastikan tidak ada tegangan ke beban saat saklar memutus (Off).

 


Saklar ini mempunyai 4 pin atau 4 kaki, yang diberi tanda 1 dan 2, sebagaimana foto di atas. Tapi biasanya tidak digambarkan skematiknya pada bodi saklar. Jika dilihat dari bawah maka akan tampak sebagaimana gambar berikut:

Tanda 1 berada pada kedua pin di dekat pinggir saklar.

Tanda 2 terletak pada kedua pin di tengah saklar.

Ada juga tulisan nomor 3, tapi tidak ada pinnya. Ada juga saklar dengan pin yang diberi tanda 2b, 2 dan 2a; pada prinsipnya cara kerjanya adalah sama.


Skema dari saklar adalah sebagaimana berikut:

  
Lampu indikator adalah neon mini (N). Pada skema tampak seperti simbol kapasitor, tapi ada titiknya. Sebenarnya lampu ini membutuhkan sebuah resistor sekitar 150 kilo ohm, yang terhubung serie sebagai pembatas arus. Tapi resistor tersebut tidak digambarkan pada skema agar lebih sederhana. Terlihat bahwa lampu neon mini selalu terhubung ke pin-pin nomor 2.


RANGKAIAN 1 
Skema rangkaian yang paling umum adalah sebagai berikut.

 


Pin-pin nomor 1 terhubung dengan jaringan listrik (IN), digambarkan dengan warna merah. Pin-pin nomor 2 (OUT) terhubung dengan beban (L), digambarkan dengan warna biru.



Sebagaimana gambar pin di atas. Agar lampu indikator menyala saat saklar pada posisi menyambung (hidup, On), maka kedua pin 1 harus terhubung ke sumber arus atau jaringan listrik. Walaupun pin-pin nomor 2 tidak disambung, lampu indikator bisa menyala jika saklar di posisi On. Karena lampu indikator disuplai dari pin-pin nomor 1.

Pin-pin nomor 2 dihubungkan ke beban atau alat yang dikontrol. Pada skema dan gambar di atas beban digambarkan sebagai lampu (L).

Video YouTube berikut memperlihatkan cara pasang saklar KCD4 rangkaian ke satu.





RANGKAIAN 2
Jika ruangnya sempit, atau jarak yang jauh, maka hanya 3 (tiga) kabel yang bisa disambung ke saklar. Rangkaian berikut nomor pin-pin diberi huruf agar lebih mudah dimengerti, walau pada saklar aktual tidak tertulis hurufnya.
 


Pada skema di atas terlihat pin-pin nomor 1a dan 1b, semuanya terhubung ke jaringan listrik. Sedangkan pin nomor 2 hanya satu yang terhubung ke beban (L), yaitu pin 2a. Kabel lain dari beban terhubung langsung ke kabel listrik yang menuju pin nomor 1b.

Kabel jaringan yang terhubung ke pin 1a sebaiknya adalah kabel tegangan.

 
Maka sambungan pin-pin akan tampak sebagaimana gambar di atas. Terlihat jelas hanya tiga buah kabel yang terhubung langsung ke saklar.

Video YouTube berikut memperlihatkan cara pasang switch 4 kaki rangkaian ke dua.





RANGKAIAN 3
Saklar juga bisa dipasang dengan cara berbeda, sebagaimana skema berikut, sehingga didapat efek yang berbeda pula.


Gambar sambungan pin-pin sebagai berikut.

 


Jika sambungan dibalik: kedua kaki atau pin nomor 2 yang terhubung ke jaringan (input). Maka lampu indikator akan selalu menyala, pada saat saklar posisi menyambung/hidup (On), maupun saat posisi memutus/mati (Off). Karena lampu indikator terhubung langsung ke pin-pin nomor 2, tanpa melalui saklar. Pada konfigurasi ini kedua pin nomor 1 terhubung ke perangkat yang dikontrol (output). 

Rangkaian ini cocok jika tempat saklar selalu gelap. Dengan indikator yang selalu menyala akan mudah menemukan saklar.

Video YouTube berikut memperlihatkan rangkaian saklar 4 pin rangkaian ke tiga.





RANGKAIAN 4
Saklar ini juga bisa dirangkai agar indikator menyala saat tidak terhubung (Off). Jika saklar terhubung (On), maka indikator akan mati. Biasanya digunakan untuk kontrol lampu ruangan. Sebagaimana rangkaian berikut.


Jika saklar tak terhubung (Off), maka indikator akan menyala. Karena pin nomor 2a terhubung langsung ke jaringan. Dan pin 2b terhubung ke jaringan melalui beban (L). Beban tidak bisa bekerja atau menyala, karena arus yang melaluinya terlalu kecil.

Jika lampu beban rusak atau putus, maka indikator akan mati. Ini salah satu fungsi dari rangkaian ini, jika beban putus dapat langsung diketahui. Tapi jika beban korslet (hubungan pendek), indikator tetap menyala.

Jika saklar terhubung, maka pin 1a terhubung ke 2a. Sehingga lampu indikator mati karena tidak dilalui arus. Tujuannya adalah agar saklar mudah ditemukan saat ruangan gelap, karena indikator menyala saat lampu ruangan mati.

Kabel jaringan yang terhubung ke pin 2a sebaiknya adalah kabel tegangan. Dengan gambar koneksi pin-pin sebagai berikut.

 

Video YouTube berikut memperlihatkan rangkaian saklar 4 kaki rangkaian ke empat.




RANGKAIAN 5
Rangkaian ke lima ini ditambahkan lampu neon mini yang disambung paralel dengan beban.


Pada rangkaian di atas tampak lampu neon mini (N) diserie dengan resistor (R) biasanya bernilai 150 kilo ohm. Neon dan resistor tersebut  terhubung paralel dengan beban (L). Neon berfungsi sebagai indikator tambahan atau indikator ke dua.

Maka akan terjadi efek sebagai berikut:

Jika saklar memutus (Off) dan beban baik, maka: indikator saklar nyala, indikator ke dua mati.
Jika saklar memutus (Off) dan beban putus, maka: indikator saklar nyala, indikator ke dua nyala.

Jika saklar menyambung (On) dan beban baik, maka: indikator saklar mati, indikator ke dua nyala.
Jika saklar menyambung (On) dan beban putus, maka indikator saklar mati, indikator ke dua nyala.

Sehingga sirkuit ini dapat mendeteksi jika beban putus atau rusak, walau saklar belum menyambung. Tapi tidak bisa mendeteksi jika beban korslet.

Kabel jaringan yang terhubung ke pin 2a sebaiknya adalah kabel tegangan.

Penyambungan pin-pin adalah sebagai berikut:



Video YouTube berikut memperlihatkan switch 4 kaki dari rangkaian ke lima.



RANGKAIAN 6
Rangkaian ke enam ini mirip dengan rangkaian ke dua. Tapi lebih sederhana, karena kabel yang panjang hanya 2 kabel.
 

Kabel tegangan dari jaringan listrik (kabel api) harus disambung ke input saklar. Pada skema digambarkan sebagai 1a. Lampu indikator dihubungkan ke bumi, bisa menggunakan kabel pendek dari output saklar, digambarkan sebagai 2b. Output dari saklar lainnya (2a) dihubungkan ke lampu beban, lalu beban dihubungkan ke kabel masa (netral) dari jaringan listrik.

Pembumian harus diisolasi dengan baik. Guna mencegah kesetrum jika terjadi kebocoran dari kabel tegangan. Pembumian bisa dengan menanam sekrup ke dalam tembok. Jika pembumian kurang baik, membuat lampu indikator tidak bekerja sempurna. Sehingga rangkaian 2 lebih disarankan.

Penyambungan pin-pin adalah sebagai berikut:
  



Rangkaian lampu indikator mirip dengan rangkaian test pen. Sehingga test pen bisa digunakan untuk menguji dengan menghubung serie, sebagaimana pada video rangkaian ke enam berikut.

 





CONTOH PENERAPAN

Pada contoh penerapan ini, saklar digunakan untuk mengkontrol pompa air di luar rumah. Dengan lampu indikator mudah diketahui bahwa pompa air sedang bekerja.

Karena saklar indikator ini tidak ada bodinya, maka saklar dipasangkan pada bodi saklar lain seperti pada foto di atas.


Tampak lampu indikator merah menyala terang saat saklar di posisi hidup (On), saat lampu ruangan dimatikan atau digelapkan. Sehingga dari kejauhan pun, dapat dengan mudah diketahui bahwa pompa air sedang bekerja.