Matched Content

Sunday, April 12, 2020

Tangki Pompa Air Keropos, Modifikasi Pakai Selang


Tangki atau tabung pompa air jet pump National, buatan tahun sekitar 1980 an. Sudah berkarat dan keropos di sekitar saluran keluar (outlet, output). Pompa air ini tidak lagi memakai sistem automatis berdasarkan tekanan, sehingga fungsi dari tangki airnya tidak terlalu penting. Pompa dikontrol dengan saklar yang ada pada tandon penampung air.

Tangki tekanan atau pressure tank pada pompa air berfungsi menampung air, dan menjaga tekanan air agar konstan. Tanpa tangki ini pompa air akan hidup dan mati dengan cepat. Biasanya terjadi jika tidak menggunakan tandon penampung air. Motor listrik pada pompa menarik arus listrik yang besar di saat start. Jika pompa hidup dan mati berulang-ulang dengan cepat (short cycling), dan berlangsung dalam waktu yang lama, maka beresiko pompa kepanasan. Kipas pendingin pompa biasanya hanya efektif pada putaran relatif tinggi, bukan pada saat start. Sehingga pompa bisa menjadi terlalu panas, dan pompa dapat terbakar. Ongkos pemakaian listrik juga akan tinggi di saat pompa hidup-mati berulang-ulang.

Berikut ini adalah langkah-langkah modifikasi tangki pompa air yang keropos, diganti dengan selang. Peralatan yang digunakan hanyalah alat sederhana seperti: gunting pelat, gergaji besi, obeng, kunci pas, dan perkakas lainnya untuk melepas dan memasang pompa kembali.

Jika semua peralatan dan material / komponen tersedia, pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam satu hari atau sekitar 8 jam. Material atau komponen yang dibutuhkan oleh jet pump National ini adalah:
  • selang 1 inci panjang sekitar 60 cm
  • klem plat 2 buah, stainless steel untuk selang di atas
  • sok PVC tipe adaptor 1/2 ke 1 inci 1 buah
Material dapat berbeda sesuai dengan jenis pompa dan kondisi di lapangan. Sebaiknya mesin pompa dilepas dari tangki sebelum pekerjaan modifikasi dimulai, agar tidak kesulitan memposisikan bodi tangki.

Video YouTube berikut juga memperlihatkan prosedur pekerjaan ini.



Selang sengaja diikat dengan klem agar mudah melepas jika nantinya pompa butuh perbaikan lagi. Jika menggunakan pipa PVC menggantikan selang, pipa biasanya harus dilem, sehingga pipa harus dipotong jika nantinya akan dilepas. Selain itu, selang bisa dibeli ketengan atau sebagian, sesuai ukuran yang dibutuhkan. Sedangkan pipa PVC harus dibeli satu batang, tidak bisa diketeng, sehingga sisanya akan mubazir.


Gunting bagian yang keropos, sebagaimana foto di atas. Selanjutnya perbesar lubang dengan gergaji besi, agar mudah memotong pipa di dalam tangki.


Perbesar lubang dengan gergaji besi, agar nantinya mudah untuk menggergaji pipa output di dalam tangki. Pada foto di atas, ukuran lubang sekitar 12 x 20 cm.


Pipa output yang terhubung ke pompa perlu dipendekkan agar belokan selang tidak terlalu patah sehingga selang menyempit. Tampak pada foto di atas detail bagian dalam tangki, pipa output berjarak sekitar 5 cm dari puncak dasar tangki yang berbentuk melengkung.


Karena ruangan yang sempit, maka gagang gergaji besi sulit digunakan. Gergaji besi dapat dibungkus dengan selang sebagai pegangan.


Potong pipa output agar lebih pendek dengan gergaji besi.


Tampak pada foto di atas pipa output yang sudah dipendekkan. Tinggi pipa jadi sekitar 12 cm dari dasar tangki. Sehingga cukup ruang untuk selang berbelok dengan halus.


Selang 1 inci harus dilebarkan sedikit agar pipa output pompa bisa masuk. Panaskan potongan pipa dan mulut selang. Lalu masukkan potongan pipa panas ke mulut selang untuk melebarkan mulut selang.


Selang juga harus agak dilebarkan agar pas dengan diameter luar sok PVC 1/2 inci. Pipa yang menuju toren air berukuran 1 inci. Sehingga dibutuhkan sambungan pipa atau sok tipe adaptor 1/2 ke 1 inci
.

Pasang selang pada ujung pipa output pompa, kunci dengan klem plat. Pasang ujung selang lainnya pada pipa jaringan, atau ke tandon air, melalui sok PVC 1/2 ke 1 inci.

Pemasangan selang dapat dipermudah dengan pelumas seperti oli bekas, atau gemuk (grease). Pelumas juga membantu menutup celah kecil agar tidak merembes.

Sumbat selang kecil yang menuju AVC (Air Volume Control, kontrol volume udara), karena sudah tidak dipakai lagi.


Pada foto di atas, pada rumah impeler (kipas) pompa, terlihat saluran menuju AVC disumbat dengan sekrup dan dilem. AVC berfungsi mengatur volume udara di dalam tangki. Jika udara terlalu sedikit dalam tangki, maka pompa sering hidup mati. Jika udara terlalu banyak, maka air di tangki jadi sedikit.

Kabel listrik pada pressure switch (saklar tekanan) juga bisa dilepas dan disambung langsung ke motor listrik, tidak melalui switch lagi. Tampak pada foto di bawah 2 kabel dari switch sudah terputus.


Kabel dari jaringan listrik disambung langsung ke kabel menuju motor pompa.

Foto berikut memperlihatkan pemasangan selang ke saluran ke tandon air terlihat  dari tampak atas pompa. Pekerjaan modifikasi ini sudah selesai, pompa air siap bekerja kembali.


Tampak juga pada foto di atas, dasar pompa adalah tanah yang ditutup batu split, Dan pompa diberi landasan batu bata. Hal ini agar jika terjadi kebocoran pompa, maka air dapat segera meresap ke dalam tanah. Jika disemen, maka air bocoran dapat terkumpul sehingga menyebabkan karat, bahkan bisa membuat pompa korslet jika terlalu banyak air tergenang. Batu split lebih murah dari semen, juga dapat mencegah tikus bersarang.




No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site