Matched Content

Monday, September 16, 2013

Beberapa Penyebab Dinding Lembab Dan Solusinya


Biasanya kita terlambat menyadari dinding lembab. Saat cat sudah mulai terkelupas dan dinding ditumbuhi lumut baru kita menyadari bahwa selama ini dinding tersebut selalu lembab atau basah. Dinding yang selalu lembab dapat menyebabkan gangguan kesehatan penghuni rumah.

Beberapa penyebab dinding selalu lembab antara lain:

Kebocoran air hujan
Air hujan bocor bisa terjadi karena atap yang bocor atau saluran air hujan yang bocor. Jika dinding terasa lembab dan basah hanya jika disaat musim hujan maka dengan mudah dapat disimpulkan bahwa terjadi kebocoran atap atau saluran air hujan yang membasahi dinding. Maka solusinya adalah dengan memperbaiki kebocoran tersebut.


Atap dengan dak beton sebagaimana sketsa diatas biasanya dibangun pada rumah di kompleks yang rapat. Dinding pada rumah ini berbatasan langsung dengan halaman tetangga, dan tidak boleh ada bagian atap yang melebihi dinding karena akan masuk ke wilayah tetangga.

Jika saluran air hujan di atap menggunakan dak beton bocor, maka periksa plesteran dan aciannya, tambal dengan semen jika terdapat retak.

Karena saluran air hujan dari dak beton biasanya terhubung langsung dengan dinding beton, maka air dari dak yang bocor dapat merembes dan meresap ke dinding, walau tidak ada tetesan air yang jatuh ke lantai.

Jika perlu buang atau bobok dulu plesteran dan acian lama disekitar retakan pada dak, karena ini menandakan campuran semen yang lama tidak sesuai alias kebanyakan pasir. Tambal lagi dengan plester campuran 1 semen dan 3 pasir. Jika hanya sedikit retaknya maka dapat langsung diaci dengan semen saja, tidak perlu dicampur pasir. Selanjutnya dak tersebut dilapisi dengan cat anti bocor seperti Aquaproof.


Kebocoran air bersih
Kebocoran air dapat terjadi pada pipa saluran air bersih dari pompa, dari tangki (tandon), atau dari Perusahaan Air Minum (PAM). Sebetulnya pipa air bersih tidak boleh dicor, karena akan menyulitkan perbaikan jika bocor. Kebocoran pipa air bersih tidak hanya memboroskan pemakain air bersih. Pipa air bersih yang bocor juga dapat menyebabkan air bersih di dalamnya tercemar. Di beberapa negera, air bersih dari keran dapat langsung diminum tanpa dimasak. Karena standard kualitas air keran di negara tersebut harus dapat diminum, bukan cuma untuk cuci dan mandi. Disinilah peran ahli pipa (plumber) dibutuhkan agar desain pipa simpel dan fungsional serta mudah diperbaiki jika rusak.

Karena alasan keindahan, sering pipa air bersih ini disembunyikan di dalam dinding. Pipa air yang tersembunyi akan sulit dan mahal memperbaikinya karena harus membongkar dinding, apalagi jika dinding tersebut dilapisi keramik seperti dinding di kamar mandi dan dapur. Cara termudah dan termurah adalah dengan menutup pipa lama yang bocor lalu diganti pipa baru yang berlainan jalur dengan pipa lama.


Saluran air kotor yang bocor
Saluran air yang terbuat dari semen (buis beton) tidak kedap air dan mudah merembes lalu airnya meresap ke dinding. Bukanlah hal yang mudah untuk melapis permukaan saluran dengan cat anti bocor, karena banyaknya kotoran. Jika hal ini terjadi, maka solusi yang paling effektif adalah mengganti buis beton dengan pipa pralon (PVC).


Adanya sumber uap air di dalam ruangan
Misalnya air didalam bak mandi yang tidak diberi keramik dapat menyebabkan air meresap ke dinding. Perlu  diketahui bahwa pori-pori pada dinding akan menyebabkan fenomena kapiler yang mengisap air ke dalam tembok. Air di dinding akan menguap dan menyebabkan ruangan jadi lembab.

Fenomena kapiler terjadi pada tumbuh-tumbuhan yang memompa air dari tanah ke daun, biasanya diterapkan pada sumbu kompor, untuk memompa minyak dari tangki kompor ke atas.


Adanya sumber air di dalam tanah
Air dari tanah yang lembab dapat naik ke dinding karena adanya fenomena kapiler. Beberapa desain rumah menempatkan pot bunga dari beton berdampingan dengan dinding rumah. Air dari dalam pot bunga dapat meresap ke dinding. Oleh gaya kapiler air menyebar di dalam dinding dan menyebabkan dinding lembab.

Ketinggian air yang dihisap oleh gaya kapiler dinding dapat mencapai beberapa meter. Pada tumbuhan, air yang dipompa oleh gaya kapiler bahkan bisa mencapai ketinggian puluhan meter, yaitu jarak dari akar ke daun di ranting tertinggi. Gaya kapiler mengisap air terus-menerus tanpa kenal istirahat. Air baru berhenti dihisap jika tembok sudah jenuh air. Jika air di pori-pori tembok menguap, maka gaya kapiler akan mengisi kembali pori-pori yang kosong dengan air dari tanah, demikian seterusnya tanpa henti.

Dinding yang yang selalu lembab karena gaya kapiler sering membingungkan penghuni rumah karena tidak ada kebocoran dari atap. Padahal sumber airnya dari bawah. Dalam waktu lama maka penghuni rumah sering sakit-sakitan akibat udara ruangan yang lembab. Lalu fenomena ini dihubungkan dengan hal ghaib atau mistis karena tidak mampu mencari penjelasan yang logis.

Pada lahan yang miring, kadang dibangun rumah dengan sebagian tanah menutupi dinding, karena pondasi dibangun pada bagian tanah yang rendah. Ada juga pemilik rumah yang sengaja menimbun tanah di balik dinding agar lebih tinggi, misalnya untuk membuat halaman yang bertingkat-tingkat, meninggikan lantai yang ada di balik dinding, atau bahkan karena tidak tahu harus kemana membuang sisa tanah dan puing.


Sebenarnya tinggi tanah tidak boleh melebihi tinggi pondasi. Jika tinggi tanah melebihi tinggi pondasi, maka berat tanah akan menekan dinding dari samping. Dan air yang dikandungnya akan melembabkan dinding.

Tumpukan tanah tidak seperti batu bata yang ditumpuk, tersusun tegak lurus dari bawah ke atas. Tumpukan tanah mempunyai sifat yang sama dengan tumpukan pasir, yaitu akan membentuk seperti gunung, semakin ke bawah semakin melebar. Tanah di bagian bawah akan bergerak ke samping akibat ditekan oleh berat tanah di atasnya. Tekanan tanah yang bertumpuk dibalik dinding bisa merubuhkan dinding tersebut.

Jika terpaksa harus meninggikan tanah hingga diatas pondasi, maka plesteran pada dinding yang terkena tanah harus diperkuat dengan cara mengurangi campuran pasirnya. Jika perlu gunakan semen saja tanpa pasir, agar mengurangi pori-pori dinding guna mencegah fenomena kapiler. Terkadang perlu ditambahkan lapisan bata lagi agar dinding lebih kuat menahan rembesan air dan tekanan ke samping oleh gundukan tanah.



46 comments:

  1. rumah saya baru tapi dinding dan coran plate lantai 2 lembab bahkan timbul bercak air se[erti keringat. mohon bantuannnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti dijelaskan di artikel diatas, perlu diselidiki apakah terjadinya 'keringat' tersebut hanya setelah hujan, jika benar berarti air tersebut berasal dari air hujan. Selanjutnya dicari dimana kebocoran air hujan tersebut.

      Atau apakah ada penampungan air, saluran air bersih/kotor disekitarnya? Air biasanya mengalir dari atas ke bawah, tapi juga dapat naik dari bawah ke atas dengan fenomena kapiler. Selanjutnya dicari dimana 'jalan' air tersebut, kemudian diperbaiki.

      Dinding yang kurang campuran semennya biasanya berpori-pori lebih banyak sehingga menyerap air. Bahkan bisa menyerap uap air dari udara sehingga dinding tersebut selalu lembab.

      Cara mudah memperbaiki dinding yang lembab adalah dengan mengecat dengan cat minyak, atau dengan cat anti bocor seperti Aguaproof. Lalu dinding dicat lagi dengan cat tembok dengan warna yang sama dengan dinding lain agar tidak belang.

      Delete
  2. wihh.. keren banget, bener ternyata dibagian dinding rumah saya yg berlumut itu karna si pondasi dibawah tumpukan tanah, itu karna faktor kebanjiran, jadi otomatis lantai harus ditinggiin lebih dari pondasi, kalo enggak air banjir dari luar bisa masuk kedalam lagi... haduhh, artikel yg sangat bermanfaat.. thanks om.. ^_^

    ReplyDelete
  3. Pak..adakah solusi bagaimana untuk mencegah air rembesan dri tanah di luar tembok yang lebih tinggi dri pondasi?tukang saya menyarankan untuk dibuat drainase menggunakan paralon dan tembok dilapisi trasram.mohon advice nya.thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada prinsipnya untuk mencegah rembesan air tersebut adalah dengan mengalirkan air ke tempat lain (ke tempat yang semestinya), dan dengan melapisi tembok dengan bahan anti bocor sehingga pori-pori tertutup agar air tidak terhisap oleh fenomena kapiler.

      Delete
  4. Rumah saya baru dihuni 1bulan, setelah dilihat kalau terkena sinar matahari yg terik timbul lembab seperti rembesan air tapi anehnya di seluruh tembok rumah (tidak hanya di bagian tertentu), jadi rumah saya timbul belang2. Kalau dari dak teras yg mampet apakah mungkin bs menyebabkan seluruh dinding rumah lembab, padahal jarak antara teras dan dapur jauh? Mohon infonya. Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya ada air di dalam rumah yang menguap di saat cuaca panas terik. Uap tersebut terjebak di dalam rumah lalu mengembun di tembok sehinnga tembok jadi lembab. Hal ini biasa terjadi di kamar mandi saat mandi ait hangat, uap air hangat akan jelas terlihat mengembun jika ada kaca di dalam kamar mandi. Jadi pastikan ventilasi rumah bekerja baik, jika perlu pasang kipas exhauster. Salam

      Delete
  5. Rumah saya baru 2 bulan, setiap hujan selalu lembab kadang merembes kmn mana dan Klo cuaca panas dinding bs retak2 gt, apa ngaruh ya krn dinding bagian luarnya blum di plaster??tlg solusinya😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya memang dinding perlu diplester..Juga sirkulasi udara kayaknya kurang bagus, tandanya lembab kalau hujan dan kepanasan kalau cuaca terik.

      Delete
  6. Saya baru bikin dapur dan lantai corannya yang sudah diplester berair. Mohon bantuannya. Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asumsi saya di bawah lantai tidak ada sumber air seperti pipa air yang pecah. Mungkin sumber air adalah dari tanah yang lembab. Jika tanah di luar dinding dapur lebih tinggi dari lantai, maka air dari luar seperti air hujan akan meresap ke dalam tanah, kemudian sebagian air bergerak ke bawah lantai dapur. Selanjutnya air meresap keluar dari bawah lantai dapur. Untuk itu maka tanah di luar dapur harus ditutup agar tidak terkena hujan. Paling tidak tanah diluar dapur dimiringkan agar air hujan mengalir menjauh dari dapur, bukan menyerap ke dalam tanah di dekat dapur.

      Delete
  7. Rumah sara di cor beton keseluruhan... setelah itu di flapon... sebelum di plafon tidk ada keringat atau titik air.. namun setelah di flapon banyak sekali titik air atu uap air... itu bagaimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama ini permasalahan nya, malah bangunan saya itu titik2 air atau uap air nya itu penuh di bawah bondex nya. Sehingga air nya memenuhi plavon nya,

      Delete
    2. Berarti ada rembesan di atas plat bondex. Harus dicari sumber air, lalu diberi anti bocor. Ada banyak cara dan cat / pelapis anti bocor untuk mengatasi rembesan, seperti: Aquaproof, Nippon Elastex, semen dicampur Damdex, Drylok, Deck Seal Sikalastic pelapis anti bocor untuk Dak beton, NoDrop, Ultralastic, dan lain-lain.

      Delete
  8. Mungkin uap air berasal dari cor beton yang belum kering benar, masih lembab. Pengeringan cor beton dapat mencapai 30 hari. Sepertinya sebelum ada plafon uap air lepas ke udara, sesudah ada plafon uap air mengembun pada plafon.

    ReplyDelete
  9. Saya lagi bangun rumah dan rencananya mau di dak. Tetapi Dinding rumah saya ada jarak kurang lebih 10cm dengan dinding tetangga. Pertanyaanya bagaimana solusinya membangun dak dan tidak merembes ke dinding saya ataupun dinding tetangga saya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf pertanyaannya kurang jelas. Setahu saya dalam pembuatan dak beton yang penting di antaranya: desain / ukuran yang cukup untuk mengalirkan air, ketebalan minimal 8 cm, campuran semen yang tepat dan homogen, adanya akses pemasangan cetakan dan menuang adukan jika ruangnya sempit. Pengerasan jangan terlalu cepat, jika perlu siram air atau ditutup kain basah. Jika ternyata masih ada rembesan, lapis dengan cat waterproof.

      Delete
  10. Numpang tanya bang,tembok rumah saya lembab merata,tetapi hanya 50-100cm diatas lantai,hal itu
    apa penyebabnya,dan bagaimana cara penanggulanganya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tampaknya air berasal dari tanah. Air naik ke atas di dalam dinding karena fenomena kapiler. Kurangi kelembaban di tanah dengan mencari sumber air. Alirkan air tersebut ke selokan, atau buat resapan di beberapa titik dengan melubangi tanah 0.5-1 meter, lalu diberi pipa pvc yang berlubang-lubang (pori-pori) agar tanah tidak runtuh. Tanaman dapat membantu menyerap air dari tanah dan mencegah air meresapi dinding. Hindari tanaman yang merambat dinding, karena biasanya tanaman tersebut akan memakan / merusak dinding. Hindari juga tanaman berakar serabut jika akarnya dapat menyebar mendekati dinding. Sebaiknya tanaman berakar tunjang. Jika perlu ganti plesteran dengan lebih banyak semen (diaci). Kadang perlu mengganti bata yang di bawah, bata yang lembab, dengan bata yang lebih padat. Bata yang padat lebih berat dari yang tidak padat, walau volumenya sama. Tapi mengganti bata akan berbiaya mahal.

      Delete
  11. Mau tanya, sy mau renovasi rumah tua dengan menaikkan level lantai 1 meter dengan menimbun pasir serta meninggikan atap sekitar 1 meter, supaya air tdk naik ketembok apakah tembok yang ditimbun tadi harus di korek dulu kelihatan bata dan di plester ulang campuran damdex bisa mencegah tembok tdk lembab, terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau memang tembok yang sekarang ini sudah menunjukkan gejala lembab, maka sebaiknya dikupas dan diplester ulang dengan campuran Damdex. Tapi jika tembok tersebut selalu kering walau di musim hujan, maka menurut saya tidak perlu dilakukan.

      Delete
  12. Mau tanya dong mas, atap dapur saya baru d renov di dak bbrp bulan lalu setelah hujan gede baru keliatan keluar air (seperti dinding menangis) dari tembok yg berbatasan dgn tetangga (1 tembok b2) pdhl sdh di aqua proof sblmnya d bagian atasnya kira2 knp yah..apa mungkin msh ada celah yg tdk terlihat? Terima kasih sblmnya

    ReplyDelete
  13. Mungkin masih ada retak yang tidak terlihat. Selain dengan Aquaproof, bisa ditutup dengan semen dicampur Damdex untuk dinding rembes. Campuran semen dan Damdex yang encer bisa meresap ke dalam retak rambut. Ada kemungkinan dak talang kurang besar sehingga meluap saat hujan lebat. Memang sebaiknya harus membangun tembok sendiri, agar memperkecil kemungkinan rembes. Tapi memang biayanya akan jauh lebih mahal.

    ReplyDelete
  14. Bosku saya baru bikin rumah bru seleia blum lama ini lagi proses pengecatan tapi sluruh ruangan sya lembab dn berkeringat sudah dicek pisat air dari atas kalo hujan gk ada yng bocor mohon infonya bosku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena rumah tersebut baru, kemungkinan semen di tembok belum kering. Sebaiknya dibiarkan kering 1 bulan, bahkan ada pendapat 3 bulan lebih baik, baru kemudian bisa dicat. Jika terburu-buru bukan cuma dinding lembab, cat juga bisa terkelupas.

      Delete
    2. Klu sudah terlanjur seperti ini bagaimana solusinya bos ku?

      Delete
    3. harus tunggu tembok kering. Cat yang terkelupas biasanya harus dikerok sebelumn dicat lagi.

      Delete
  15. Minta solusinya, dinding rumah bagian belakang rumah saya berbatasan dgn tanah tetangga (posisi tanah tetangga lebih tinggi kurleb 50 cm dari atas pondasi). Kalau ujan air plus lumpur merembes dr dinding dan pondasi. Kondisi dinding juga jd lembab.minta solusinya mas. Tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu Umi, kalau lumpur bisa masuk, sepertinya tembok dan pondasinya kurang rapat atau ada retak. Kalau tembok cukup kedap, biasanya cuma air yang merembes atau lembab. Sebaiknya dibicarakan juga dengan tetangganya, ada kemungkinan lahan tetangga juga perlu diperbaiki aliran airnya, dipadatkan tanahnya, bahkan disemen.

      Delete
  16. Minta solusinya, saya baru beli rumah subsidi,rumahnya sudah kami huni sekitar 4 bulan dan ternya ta rumanya selalu basah, baik dinding maupun lantai. Kalau musim kemarau dinding basah dan berjamur. Kalau musim hujan dindingnya sangat basah. Dindingnya umumnya retak.bagaimana solusinya ya mas. Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena lembab tetap terjadi walau tidak hujan, mungkin tanahnya dekat sumber air, sehingga tanah tembab. Biasa terjadi jika posisi tanah relatif rendah dari tetangga. Karena gaya kapiler, air meresap dan merambat naik di dinding rumah. Cari dari tanah mana sumber air berasal, buat selokan di tanah lembab itu agar air mengalir menjauh dari rumah. Buat lubang di tanah yang lembab agar air terkumpul di lubang itu, mirip lubang sumur kecil, sehingga air tidak merambat ke rumah.

      Cari dinding yang paling lembab. Cek mungkin ada saluran air yang bocor di dekatnya.

      Dinding yang lembab perlu di tambah semennya. Tapi harus dibongkar dulu plester/semen yang lama, baru diganti dengan adukan yang baru yang lebih banyak semennya.

      Mudah-mudahan bisa dikerjakan satu per satu, dimulai dari bagian paling lembab.

      Delete
  17. Rumah saya dindingnya pecah dan gompel dan ada jamurnya putih2 spt busa, semennya lepas dan terlihat batu batanya, selain itu atap dak kmr saya ada aliran air kalo hujan, dipinggirannya, bagaimana solusinya ya mas, dan saya tau rmh saya ini banyak pasir dari semen krn kamar mandi saya juga lantai keramiknya pecah dan kelihatan bolong lantainya, bgmn mengatasinya y mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dimulai pada dinding yang paling parah, misal kamar mandi. Kupas dan bersihkan seluruh plesteran yang retak. Plester kembali dengan adukan 1 semen dengan 5 pasir.

      Bisa dicicil dan dikerjakan sendiri di hari libur, sabtu, atau minggu. Agar hemat ongkos kerja. Juga sambil menunggu plester yang baru agar kering benar, sebelum diaci, lalu dicat kembali, atau dipasang keramik. Untuk bagian yang sulit, sebaiknya minta bantuan pekerja yang sudah biasa memplester.

      Retak pada dak beton bisa diaci lalu rutin diberi cat anti rembes.

      Delete
  18. Salam Kenal Pak,
    Saya baru renov rumah, mengalami rembesan di tembok bagian sisi belakang yang berbatasan dgn rmh sebelah (1tembok ber2 dan di tembok ini terdapat pipa pembuangan air yg di tanam di dlm tembok), serta tembok paling belakang yg sudah saya tinggikan dgn bata merah selalu rembes, bahkan jika hujan besar, tembok bagian belakang sampai berkeringat. Padahal tembok luar sdh di plester aci.
    Mohon solusinya Pak, Terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya ada 2 sumber air. Kemungkinan ada kebocoran di saluran air yang tertanam di tembok. Inilah kelemahan pipa atau saluran yang tertutup, jika rusak sulit diperiksa.
      Sumber air lainnya adalah air hujan yang tertampung dan diserap tembok. Harus dicari di bagian mana air hujan tidak mengalir, malah terkumpul.

      Delete
  19. Tembok rumah saya ada rembesan air/lembab dari bawah tanah tapi hanya dibagian tembok yg diluarnya tidak ada bangunan, bagaimana solusinya agar tidak lembab lg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Periksa dulu dari mana asal air, agar dicegah tidak kena dinding.

      Kemungkinan plester di bagian luar kurang semen. Bagian tersebut perlu dikupas, dan diganti plester baru yang lebih banyak semen.

      Campuran pasir dan bahan bangunan semen 4 : 1, biasanya cukup baik untuk plesteran dinding bata yang berada di dalam tanah atau dekat tanah.

      Delete
  20. siang pak, utk tembok yg keliatan sperti berkeringat (seolah berminyak) di daerah tertentu yg ga kena sinar matahari apakah bs jg karena ada kebocoran dak ?..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi karena dak bocor, jika dekat dak, apalagi kalau di bawah dak.

      Delete
  21. terima kasih artikel yg bermanfaat, pak. boleh tanya, rumah sy temboknya berbatasan dgn tembok tetangga. hanya wc & 1 kamar yg nempel tembok tsb, kedua ruang tsb bersebelahan. tdk ada masalah dgn wc karena tembok full keramik. sedangkan tembok kamar yg nempel tetangga selalu basah (tidak rata, hanya bercak2) setinggi 5-10cm. musim hujan ini, basahnya sampai setinggi 60cm dgn area lebih luas, bahkan tembok yg nempel wc ikut basah sampai 1 meter di 1 area (bagian lain 20cm saja). kira2 itu kenapa ya pak? kata tukang, pasirnya kualitas rendah sehingga kapiler air tanah sepanjang tahun. tapi plesterannya utuh hanya basah. kalau catnya mengelupas. cukupkah dgn cat ulang? cat apa yg tepat? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi benar apa yang dikatakan tukang, pasirnya kurang bagus. Kalau boleh saya tambahkan: semen juga kurang banyak. Jika langsung dicat kemungkinan akan tetap lembab walau menggunakan cat kualitas tinggi yang mahal seperti Drylok extreme latex based waterproofer cat pelapis anti bocor, Dulux aquashield, No Drop, Propan DLI480 Decorlotus , dan lain-lain.

      Jadi sebaiknya plesteran dibongkar hanya di bagian yang lembab. Lalu diganti plester yang lebih banyak semen. Lalu diaci, biarkan kering beberapa hari, baru bisa dicat kembali. Jika plester benar-benar kedap air, bisa menggunakan cat biasa.

      Delete
  22. Selamat pagi pak
    Luar biasa artikelnya
    Mohon ijin bertanya & minta saranya
    Melihat beberap kasus rumah sodara & tetangga
    Sebagian besar tembok bagian bawahnya 30cm-1meter dari bawah selalu lembab, bahkan ada yg sampe catnya mengelupas
    Kebetulan saya ada rencana membangun rumah kecil
    Pertanyaan saya :
    1. adakah pengaruh lembabnya tembok bagian bawa dgn salahnya pilihan bahan pondasi & salah pencampuran semen & pasirnya ?

    2. Apakah bahan batu belah, batu bata & batako sebagai bahan pondasi mempengaruhi daya/fenomena kapilaritas dari masing" bahan tersebut ?

    3. Bagaimana cara meminimalis daya kapilaritas pindasi atau temboknya

    Terimakasih sebelumnya atas responnya 🙏🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya tembok jadi kapiler karena campuran semen yang sedikit.

      Material yang ringan biasanya kurang padat, banyak pori-pori, sehingga mempunyai kapilaritas tinggi.

      Jika lembabnya tidak parah bisa menggunakan cat kedap air atau pelapis waterproofing. Tembok yang lembab harus dibersihkan sebelum dicat.

      Jika lembabnya parah, maka plesteran pada dinding yang lembab harus dibongkar dan diganti dengan plester yang lebih banyak semen. Saat ini tersedia berbagai campuran semen waterproofing dan anti rembes seperti: aquagard, hydrostop, SikaTop, lemkra, damdex, homegard, masterseal, dan lain-lain.

      Pastikan dulu asal air. Kadang solusinya cukup dengan mengalirkan air sehingga tanah dan pondasi jadi kering.

      Delete
    2. terimakasih atas responnya pak heru

      berarti pemakaian batu kali/ batu belah dapat meminimalisir daya kapilaritas di tembok daripada pondasi berbahan batako ya pak

      Delete
    3. Selain dengan batu kali atau batu belah, berbagai teknik diterapkan guna mengurangi kapilaritas. Di antaranya adalah trasram, yaitu dinding kedap air di atas sloof dan pondasi dengan campuran 1 semen dan 2 pasir. Biasanya dengan jarak 20 cm di bawah dan di atas lantai. Bisa lebih tinggi jika tembok sering basah seperti untuk dapur dan kamar mandi.

      Pada prinsipnya dinding dibuat lebih padat, pori-pori berkurang, sehingga fenomena kapiler bisa dikurangi. Kadang trasram juga diberi lapisan seng, alumunium, karet, aspal, bitumen, kertas aspal, dan lain-lain, agar air tidak meresap.

      Tapi dinding yang padat akan lebih mahal biayanya, sehingga butuh pertimbangan yang matang.

      Delete

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site