Wednesday, December 13, 2017

Bus Udara Transportasi Publik Masa Depan




Artikel ini tentang estimasi ongkos ticket helikopter yang terjangkau, jika digunakan sebagai transportasi umum untuk rute Bogor, Depok, Jakarta pergi pulang. Tentu saja bisa diterapkan untuk wilayah sekitar Jakarta lainnya termasuk Tanggerang dan Bekasi yang terkenal macet setiap hari, terutama pada jam sibuk. Jika bisa menggunakan helikopter produksi PTDI, maka akan membantu PTDI juga.

Perhitungan menggunakan jarak 50 km sebagai sampel, lebih kurang sama dengan jarak Bogor ke Jakarta. Harga ticket dianggap terjangkau di kisaran 200 ribu rupiah, karena ongkos ojek online dan taxi sekitar harga tersebut untuk jarak yang sama, sebagaimana dikalkulasi di Perbandingan Tarif di bawah. Jarak Depok ke Jakarta adalah sekitar 25 km, maka ongkosnya sekitar 100 ribu rupiah.

Rusia negara terluas, puluhan tahun gunakan helikopter Mil Mi 26 kapasitas 90-150 orang, untuk transportasi ke tempat terpencil. Selain itu Rusia juga sudah puluhan tahun menggunakan helikopter ukuran medium Mil Mi 8 yang sangat populer di seluruh dunia, berkapasitas sekitar 26 penumpang.



Foto Mil Mi 26 dari airplane-pictures.net

Amerika Serikat sudah lama operasikan Boeing CH-47 Chinook kapasitas 55 orang.



Foto Boeing CH-47 Chinook dari Wikipedia

Karena efektif dan ekonomis, heli-heli besar itu terus diproduksi dan dikembangkan di negaranya, dipakai banyak negara, juga PBB sebagaimana foto Mil Mi 26 di atas. Kedua helikopter tersebut rencananya akan dipakai TNI.

Helikopter lebih cepat dan aman dibanding ojek, taxi, mobil pribadi. Jika Jakarta banjir: ojek, taxi, bus, kereta api, semua macet; helikopter tetap operasional.

Juga menimbang macet Jakarta memboroskan 67,5 triliun/tahun mubazir, sebagaimana dianalisa oleh Bappenas.

Tak butuh jalan, jembatan, rel, runway; cukup heliport saja yang bisa ditempatkan di atas gedung, diprediksi jadi transportasi masa depan. Biaya infrastruktur dialihkan sedikit untuk beli helikopter.


Rental

Tabel di bawah ini menggunakan data rental yang didapat dari beberapa situs, untuk memberi gambaran estimasi harga ticket per orang per trip untuk jarak 50 km. Dicari data-data yang dianggap bisa memberi gambaran yang mendekati kondisi aktual Jabodetabek. 

Data yang didapat dari situs-situs rental biasanya adalah: lokasi, pabrik, model, rental rate, jumlah kursi, dan kecepatan jelajah. Jika data kecepatan jelajah tidak dicantumkan pada situs rental, maka dapat dicari di situs spesifikasi helikopter seperti Wikipedia.

Semua rental rate sudah termasuk biaya bahan bakar.

     
Dari tabel di atas, baris nomor 1 adalah helikopter Mil Mi 8/17 yang berlokasi di Peru. Dengan rental rate (Cost Per Hour, CPH) adalah US$ 3.600.

Jumlah kursi 24 buah. Load factor adalah rasio dari jumlah penumpang (passenger, PAX) dengan kapasitas kursi. Jika load factor 100% artinya penumpang penuh. Baris nomor 1 sampai nomor 4 load factor dianggap 100% karena ini adalah data helikopter untuk charter, bukan untuk transportasi umum reguler. Dengan asumsi pihak yang menyewa akan berusaha mencari kawan agar penumpang selalu penuh, agar ticket jadi murah.

Kecepatan rata-rata dianggap 200 km/jam. Untuk jarak 50 km akan ditempuh dalam ¼ jam atau 15 menit, maka dalam satu jam akan ada 4 trip. Sehingga total penumpang yang dapat diangkut adalah 24 x 4 = 96 orang/jam.

Harga ticket adalah rental rate dibagi jumlah penumpang setiap jam, lalu dikali nilai dollar dalam rupiah:

3.600 / 96 x 13.600 = Rp 510.000 /orang/trip

Demikian seterusnya kalkulasi dilakukan sampai baris nomor 7.

Kecepatan rata-rata dianggap 200 km/jam karena kecepatan jelajah Mil Mi 8/17 adalah 260 km/jam. Kecepatan jelajah (cruise speed) adalah kecepatan paling optimum, agar waktu tempuh paling singkat dengan konsumsi bahan bakar paling effisien. Kecepatan rata-rata lebih rendah dari kecepatan jelajah, karena pada saat take off dan landing helikopter bergerak lambat. Juga ada jeda waktu untuk naik turun penumpang.

Baris nomor 2 adalah Mil Mi 8 MTV yang menurut situsnya berlokasi di United Arab Emirates (UAE) dan Turki dengan rental rate US$ 2.500 dengan 22 tempat duduk. Data lainnya dianggap sama dengan nomor 1.

Baris nomor 3 adalah estimasi, helikopter Mil Mi 8 MTV dengan rental rate US$ 2.500 sebagaimana pada nomor 2. Tapi jumlah penumpangnya dirubah menjadi 40 orang, karena ini adalah jumlah maximal penumpang dari helikopter tipe tersebut jika menggunakan kursi sederhana yang posisinya memanjang agar muat banyak. Bukan kursi mewah dan berposisi melintang.

Baris nomor 4 adalah Mil Mi 8 PS di Rusia dengan rental rate US$ 1.870 tertulis pada situs 110.000 rubles per hour, jumlah kursinya adalah 16. Kecepatan jelajahnya 170 km/jam tertulis pada situs, maka pada tabel dicantumkan 150 km/jam sebagai kecepatan rata-rata. Sehingga total trip per jam adalah: 150 / 50 = 3 trip/jam.

Walau harga sewanya murah, tapi harga ticketnya Rp 529.833 /orang/trip. Itu adalah harga ticket paling tinggi, karena jumlah kursi lebih sedikit dan kecepatan lebih rendah.

Karena nilai sewa yang sangat murah dibanding yang lain, dengan kecepatan 150 km/jam jika kapasitas kursinya 40 orang maka harga ticketnya adalah Rp 211.933 /orang/trip.

Jika kecepatannya 200 km/jam maka harga ticket lebih murah lagi. Tapi karena nilai rental rate yang terlalu murah itu, maka estimasi dengan kapasitas 40 kursi tidak dicantumkan di tabel.

Baris nomor 5 adalah Mil Mi 26 di Pakistan yang disewa oleh World Food Programme (WFP). Rental rate US$ 13.000 per jam termasuk bahan bakar. Karena tidak ada data jumlah kursi, maka pada kolom remarks dicantumkan estimasi. Helikopter ini digunakan untuk mengangkut bantuan ke daerah korban gempa di pegunungan bersalju di Kashmir.

Load factor untuk Mil Mi 26 dianggap sekitar 60% dan 80%, karena kalkulasi ini diperuntukkan sebagai angkutan umum reguler dengan jumlah penumpang yang tidak selalu penuh 100% atau 150 penumpang.

Baris nomor 5 menggunakan rental rate mahal sebagaimana tercantum di situs, dengan load factor 60%, kecepatan rata-rata dianggap 200 km/jam, ketiga hal ini untuk menggambarkan seberapa mahal harga ticket dengan kondisi tersebut.

Baris nomor 6 adalah Mil Mi 26 dengan rental rate diestimasi US$ 7.800 dan load factor 80% sehingga penumpangnya 120 orang, kecepatan rata-rata 220 km/jam agar sedikit lebih banyak trip per jam, maka harga ticketnya Rp 200.909 /orang/trip.

Baris nomor 7 adalah Mil Mi 26 dengan rental rate diestimasi US$ 5.900 dan load factor 60% sehingga penumpangnya 90 orang, kecepatan rata-rata sama dengan baris 6, maka harga ticketnya Rp 202.626 /orang/trip.

Baris nomor 7 untuk memberi gambaran nilai rental rate jika jumlah penumpang rata-rata 90 orang, dengan harga ticket sekitar 200 ribu rupiah.

Sebagai perbandingan, menurut survincity ongkos operasional per jam Mil Mi 26 adalah sekitar 600.000 rubel Rusia atau sekitar US$ 10.200.


Biaya Bahan Bakar

Jika utilisasi tinggi maka biaya bahan bakar dan pemeliharaan akan membengkak. Balik modal jadi lebih cepat dan biaya parkir akan turun. Karena helikopter akan lebih banyak beroperasi daripada parkir.

Konsumsi bahan bakar dapat dilihat pada grafik di situs Pakistan Defence didapat pada ketinggian sekitar 2500 feet Mil Mi 26 mengkonsumsi 2500 kg bahan bakar per jam. Dengan spesifik graviti 0,82 maka volume bahan bakar adalah:

2.500 / 0,82 = 3.049 liter/jam

Ketinggian minimal untuk terbang biasanya adalah 500 feet dari tinggi objek tertinggi. Dari grafik di situs terlihat Mil Mi 26 mengkonsumsi sekitar 2.400 kg/jam jika terbang rendah. Maka volume bahan bakar per jam adalah beratnya di bagi densitasnya (0,82) :

2.400 / 0,82 = 2.927 liter/jam

Data tersebut lebih kurang sama dengan yang tercantum pada demonstrasi Mil Mi 26 di Canada pada Desember 2006, konsumsi bahan bakar 3.000 liter/jam. Maka angka ini digunakan untuk menghitung biaya bahan bakar.

Jika harga bahan bakar US$ 0,514 /liter, maka biaya bahan bakar per jam adalah:

3.000 x 0,514 = US$ 1.542 /jam


Biaya Perawatan

Biaya perawatan sulit untuk mendapatkan data detailnya. Tapi bisa diprediksi dengan mengurangi harga unit bekas yang sudah direkondisi (overhaul) dengan harga unit yang masih butuh rekondisi.

Menurut situs iklan ada dua unit Mil Mi 26 buatan tahun 1991 di Kamboja dengan total airframe time 4.200 jam, kondisi butuh overhaul dan dijual seharga 13 juta dollar untuk keduanya. Sehingga harga rata-ratanya adalah 6,5 juta dollar untuk satu unit.

Jam terbang helikopter di Kamboja ini sekitar 1.320 jam (46%) lebih tinggi daripada utilisasi helikopter di Jabodetabek yaitu 2.880 jam, sebagaimana dikalkulasi di bawah. Semakin tinggi jam terbang maka akan semakin banyak komponen yang harus diganti, semakin mahal biayanya.

Helikopter Mil Mi 26 yang sudah direkondisi diiklankan seharga 9,2 juta euro atau sekitar 10,95 juta dollar. Maka estimasi ongkos rekondisi adalah:

10,95 – 6,5 = 4,45 juta dollar/unit/rekondisi

Helikopter mempunyai banyak komponen yang bergerak. Sehingga harga beli dan biaya perawatan helikopter biasanya lebih mahal dari pesawat bersayap tetap (fixed wing). Apalagi utilisasi yang akan diterapkan sangat tinggi. Oleh karena itu biaya perawatan dibulatkan ke atas menjadi senilai US$ 6.000.000 /unit/tahun.


Anggaran Per Tahun

Tabel berikut ini adalah estimasi anggaran untuk helikopter Mil Mi 26 dengan menggunakan rental rate termurah yaitu US$ 5.900. Nilai rental rate termurah dipakai untuk melihat apakah estimasi rental rate ini bisa diterapkan. Jika menggunakan rental rate yang lebih tinggi pasti akan melonggarkan anggaran.
  

Tabel di atas menunjukkan bahwa rental rate (CPH) US$ 5.900 dikalikan dengan jumlah jam kerja per tahun.

Jika utilisasi helikopter rata-rata 10 jam per hari, 6 hari per minggu, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun, maka dalam satu tahun akan bekerja atau terbang selama:

10 x 6 x 4 x 12 = 2.880 jam

Dengan rental rate termurah di tabel rental untuk Mil Mi 26 adalah US$ 5.900, maka total anggaran setahun adalah sebesar:

5.900 x 2.880 = US$ 16.992.000 /tahun


Biaya bahan bakar per tahun senilai 1.542 x 2880 = US$ 4.440.960 atau 26%.

Perawatan, perbaikan, dan overhaul diestimasi US$ 6.000.000 atau 35%.

Maka akan ada sisa anggaran untuk balik modal pembelian (capital), heliport, asuransi, gaji pegawai, dan lain-lain, yaitu senilai US$ 6.551.040 atau 39%.

Untuk biaya heliport juga bisa ditutup dari menyewakan properti, misalnya: parkir kendaraan, pemasangan iklan pada dinding gedung heliport, sewa ruangan, dan lain-lain. Beberapa helipad di Jakarta di tempatkan di atas hotel, kantor, dan lain-lain, tapi umumnya helipad tersebut untuk helikopter berpenumpang 4-6 orang.


Mi 26

Helikopter Mil Mi 26 adalah helikopter terbesar, mulai terbang tahun 1977. Kecepatan jelajahnya 255 km/jam. Menurut AircraftCompare untuk Mil Mi 26 versi sipil harga barunya berkisar US$ 15-18 juta. Karena ukurannya sangat besar, sehingga jarang dioperasikan swasta dan sulit mencari datanya.

Dari situs WFP didapat rental rate Mil Mi 26 adalah US$ 13.000/jam termasuk bahan bakar di Muzaffarabad, Kashmir, Pakistan. Di lokasi tersebut cuacanya ekstrim, jika musim salju temperatur udara dapat serendah minus 20 derajat Celcius.

Ongkos mobilisasi dan demobilisasi jadi tinggi karena bekerja berpindah-pindah di luar negeri, cuaca ekstrim, dan bekerja di daerah konflik menyebabkan rental rate jadi tinggi.

Sebuah Mil Mi 26 tertembak jatuh di Helmand Afganistan saat disewa untuk misi kemanusian, enam orang awak helikopter meninggal.


Mi 8

Mil Mi 8 diterbangkan pertama kali tahun 1961 dan produksi masih berlanjut sampai sekarang. Helikopter ini paling banyak diproduksi di dunia melampaui 17.000 unit total.. Disusul dengan Bell UH-1 Iroquois diproduksi lebih dari 11.582 unit, sebagaimana dapat dibaca di Wikipedia.



Foto Mil Mi 8 dari Wikipedia


Di tahun 2008 harga Mil Mi-8MT pre-owned (unit bekas yang sudah direkondisi) sekitar US$ 4-4,2 juta di Rusia. Tingginya permintaan Mil Mi-8MT pada pasar pre-owned diperkuat oleh kekurangan dan harga tinggi dari helicopter baru, membuat harga pre-owned naik ke sekitar US$ 6,5 juta di tahun 2010.

Hal ini karena adanya sekitar 300 Mil Mi-8MT (dikenal sebagai Mi-17 di pasar ekspor) ditempatkan di Afghanistan untuk pasukan koalisi internasional, kontraktor swasta atau di bawah kontrak PBB.

Sekitar tahun 2010, harga Mil Mi-8MT yang baru dirakit pabrik naik menjadi $ 9-10 juta dari tiga tahun sebelumnya (2007) hanya US$ 3,5 juta.

Namun, kenaikan harga bisa turun karena permintaan di Afghanistan melambat.

Untuk buatan tahun 1980-an atau awal 1990-an dalam kondisi baik, Mil Mi 8 bisa dibeli seharga US$ 1,2-2 juta. Umur operasional dari Mil Mi-8 dibatasi sampai 35 tahun. Dalam beberapa kasus, biro desain Mil Mi dapat memperpanjangnya menjadi 40 tahun.

Dua unit Mil Mi-8 milik dinas militer Finlandia sejak tahun 1973, dipensiunkan di sekitar tahun 2010 dengan jam terbang sangat tinggi, mencapai lebih dari 36.000 jam pada setiap unit. Walau sudah berumur sekitar 37 tahun, dengan sekitar 1.000 jam terbang tiap tahun, tapi selama beroperasi tidak pernah mengalami kecelakaan serius maupun kecelakaan fatal (korban meninggal). Kedua unit masih mempunyai sisa umur pakai sekitar 2 tahun atau beberapa ratus jam terbang lagi pada airframe-nya. Umur pakai airframe (bodi pesawat) adalah salah satu faktor yang menentukan apakah helikopter dipensiunkan atau tidak.

Di tahun 2013 Amerika membeli 30 unit Mil Mi 17 untuk digunakan di Afganistan. Helikopter ini terbukti andal beroperasi di suhu udara yang panas di dataran rendah, juga andal beroperasi di pegunungan di Afganistan. Helikopter tersebut akan dihibahkan ke angkatan bersenjata Afganistan.


CH-47

Harga baru Boeing CH-47 mencapai US$ 38,55 juta, lebih mahal dari Mil Mi 26 dan penumpangnya jauh lebih sedikit yaitu 55 orang. Maka harga ticketnya bisa lebih mahal dari Mil Mi 26. 

Tapi pernah ada beberapa unit yang dijual bekas dengan harga sangat murah, sampai serendah US$ 3 juta, tahun produksi 1990, sebagaimana diberitakan bizjournals. Sepertinya sudah tidak layak untuk mengangkut penumpang, sehingga perlu rekondisi. Jika setelah rekondisi harganya masih di bawah Mil Mi 26, maka ongkos ticketnya bisa lebih murah dari Mil Mi 26. Tidak perlu rekondisi dengan standard militer, cukup standard sipil saja.

Menurut Pakistan Defence, karena lebih ringan CH-47 konsumsi bahan bakarnya jauh lebih irit dibanding Mil Mi 26. Konsumsi bahan bakar yang irit bisa menurunkan harga ticket secara signifikan. Kecepatan jelajahnya sangat tinggi mencapai 296 km/jam.

Boeing CH-47 belum ketemu rental cost yang mirip kondisi Jabodetabek, karena ukurannya sangat besar sehingga jarang dioperasikan swasta. Ada perusahaan swasta yang menyewakan CH-47 dan variannya yaitu Vertol 234 dan Vertol 107, tapi tidak mencantumkan rental rate.


Utilisasi

Sebagai komuter Jabodetabek utilisasinya akan tinggi +-10 jam/hari, yaitu di saat jam sibuk pagi hari dan sore hari. Jika utilisasi tinggi maka rental cost per hour bisa murah. Ongkos mobilisasi-demobilisasi juga akan kecil.

Saat liburan panjang seperti: Lebaran, Natal, tahun baru; Jakarta sepi. Helikopter bus udara bisa di-utilisasi untuk mudik, atau untuk liburan lainnya seperti ke: Puncak, Sukabumi, Merak, dan lain-lain. yang sering macet total.

Agar utilisasi tinggi, biasanya desain heli untuk berbagai kondisi dan multirole seperti: logistic, SAR, medivac, terbang tinggi, suhu ekstrim, amphibi, militer, auxiliary fuel tank, aerial refueling, dan lain-lain. Dan dilengkapi berbagai peralatan yang mahal harganya.

Tapi kemampuan multirole tidak diperlukan untuk komuter Jabodetabek.

Nantinya dipesan dari PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) helikopter khusus komuter sesuai kondisi Jabodetabek, tidak perlu peralatan mahal selain untuk: angkut massal, terbang rendah, jarak pendek. Sehingga harganya lebih murah dan kapasitas penumpang lebih banyak, maka harga ticket bisa terjangkau.

Mungkin NAS332 Super Puma dari PTDI bisa dibuat khusus untuk komuter Jabodetabek?? EC725 Super Cougar produk terbaru dari PTDI sepertinya terlalu canggih dan mahal untuk komuter.


Taxi Udara

Helikopter taxi udara sudah banyak, juga beroperasi di Jakarta. Taxi udara ekslusif dengan rute yang dapat dipilih penumpang ongkosnya sekitar US$ 1.000/jam per orang. Taxi udara di Amerika untuk rute tetap Morristown-Manhattan ditempuh selama 12 menit dengan ongkos US$ 145 per trip per orang. Biasanya dengan helikopter ukuran medium berjumlah penumpang 4-6 orang.

Uji coba Volocopter sedang dilakukan di Dubai bekerja sama dengan Jerman. Transportasi taxi terbang ini menggunakan automatic drone tanpa pilot berkapasitas dua penumpang. Karena menggunakan sistem yang canggih, rute yang variatif, dan jumlah penumpangnya sedikit sehingga ekslusif, transportasi ini pasti akan mahal. Tapi biaya bukan masalah bagi Dubai (Uni Emirat Arab) karena pendapatan per kapita yang sangat tinggi, masuk dalam ranking 10 besar dunia.


Perbandingan Tarif

Sebagaimana dikutip dari blog.duitpintar.com, sekedar informasi jika menggunakan ojek online yang sangat popular saat ini, ongkos untuk jarak 50 km adalah:

Tarif jam sibuk GO-RIDE atau GoJek adalah Rp 2.500 per km (jarak 0-12 km) dan di atas 12 km dikenakan Rp 3.000 per km, maka untuk 50 km adalah: 3.000 x 50 = Rp 150.000.


GrabBike tarifnya: Rp 1.750 per km untuk 12 km pertama. Tarif di atas 12 km = Rp 3.000 per km. Biaya tambahan pada jam sibuk = Rp 2.500,

maka untuk 50 km adalah: (1.750 x 12) + (3000 x (50-12)) + 2.500 = Rp 137.500.


Untuk Uber Motor biaya dasar per perjalanan = Rp 1.000, biaya per menit = Rp 100, tarif per km pada 12 km pertama = Rp 1.250 per km, tarif per km di atas 12 km = Rp 2.000 per km.

Jika dianggap untuk jarak 50 km dapat ditempuh dalam 2 jam sama dengan 120 menit, maka:

ongkos untuk 50 km adalah: 1000 + (100 x 120) + (1.250 x 12) + (2.000 x (50-12)) = Rp 104.000


Untuk rombongan sampai 5 orang menggunakan taxi bisa lebih murah jika ongkos ditanggung bersama, dan tidak kehujanan. Taxi Express tarifnya Rp 3.800 per km, ongkos buka pintu Rp 6.500. Jadi untuk jarak 50 km maka ongkosnya adalah: 6.500 + (3.800 x 50) = Rp 196.500

Tapi kendaraan darat tidak bisa menempuh garis lurus jika berjalan ke suatu tujuan, sehingga jarak aktualnya akan lebih jauh, maka ongkos aktualnya jadi lebih besar dari perhitungan. Dan tentu saja waktu tempuh jauh lebih lama karena adanya kemacetan, bisa mencapai dua jam bahkan lebih jika dengan taxi.

Baca juga Jakarta ke Bogor cepat dan murah naik kereta rel listrik (KRL) yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).


Heliport

Heliport adalah bandara kecil yang cocok untuk digunakan oleh helikopter. Heliport mempunyai helipad atau landasan helikopter, bangunan kantor, ruang tunggu penumpang, tempat parkir, dan sarana penunjang lainnya layaknya sebuah bandara.

Semua rintangan seperti : bangunan, pohon, menara, ataupun rintangan lainnya, dalam radius 5000 feet (1524 meter) dari helipad, yang melampaui perbandingan 25:1 harus dievaluasi. Setiap radius 25 meter tinggi rintangan maximal adalah 1 meter dari tinggi helipad, jika lebih tinggi harus dievaluasi. Maka untuk jarak radius 100 meter tinggi maximal rintangan adalah 4 meter. Jika helipad ditempatkan di tempat tinggi maka rintangan-rintangan akan jadi lebih rendah, sehingga lebih aman.

Untuk wilayah perkotaan di mana harga tanah sangat mahal seperti Jakarta, helipad bisa ditempatkan di atas gedung parkir, stasiun kereta api komuter, stasiun busway, agar penumpang mudah transit. Ukuran minimal helipad untuk Mil Mi 26 adalah sekitar 120 x 120 meter, termasuk safety area. Tentu saja harus dicheck dan dipastikan aman terlebih dulu oleh safety inspector.

Mirip dengan konsep mal di terminal Blok M, dengan terminal bus di atas tanah, dan ada area pertokoan di dalam tanah di bawah terminal bus.

Helipad untuk Mil Mi 26 tersebut cukup kecil jika dibanding pesawat terbang dengan kapasitas penumpang 90 orang yang membutuhkan landasan sepanjang sekitar 1.000 meter, dan tidak bisa ditempatkan di atas gedung.


Kesimpulan
Dengan semakin banyaknya helikopter yang diproduksi maka harga jualnya semakin murah dan semakin mudah mendapat layanan purna jual. Mungkin helikopter transportasi massal atau bus udara sudah bisa diterapkan di Indonesia.

Semoga idea Bus Udara transportasi massal masa depan ini bisa membantu ekonomi Jabodetabek dan sekalian membantu PTDI.

No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site