Sunday, December 23, 2018

Lonjakan Tegangan Relai Nyalakan 24 LED Serie



Sebagaimana skema sirkuit di atas. Tampak sebuah relai (RL) disuplai dengan tegangan 4,5 volt. Saklar relai tersambung dengan satu buah LED dengan resistor pembatas arus (R). Pada koil relai terpasang beberapa buah LED serie.

Detail komponen adalah:
RL relai 8 pin Double Pole Double Throw (DPDT) dengan tegangan koil 5 volt.
LED diameter 5 mm, berwarna biru
R nilai resistor 10 kilo ohm
30 LEDs adalah 30 buah LED diameter 5 mm yang tersambung serie

30 LED yang tersambung serie tapi pada gambar pada skema cuma tiga buah, agar skema tampak lebih sederhana. Warna yang dipilih adalah merah, putih, dan hijau, agar tampak berbeda. 30 LED serie ini terpasang terbalik arah terhadap arus suplai,

Terlihat dalam video di bawah, jika diaktifkan, relai akan memasok arus ke satu buah LED biru. Pada video terlihat bahwa LED biru pada relai akan menyala segera setelah relai diberi arus dari adapter. Dan koil relai jadi aktif, menjadi elektromagnet.

Saat arus dari adapter terputus, LED biru segera mati dan relai non aktif. Kemudian setelah LED biru mati, beberapa buah LED serie akan menyala walau suplai arus dari adapter sudah terputus. Karena lampu-lampu LED serie tersebut mendapat daya lisitrik dari koil relai, bukan dari adapter. Arus ini berasal dari induksi medan magnet yang runtuh dari koil relai, disebut juga voltage spike. Mungkin bisa diartikan sebagai lonjakan tegangan. Arah arus dari koil kebalikan arah arus dari adapter. Oleh karena itu LED serie dipasang terbalik dari arah arus dari adapter.


Pada kaki koil relai yang tersambung pada kabel positif dari adapter, dipasang capit buaya agar bisa memilih jumlah LED serie yang akan tersambung pada papan sirkuit matrix (matrix circuit board).


Sebagaimana gambar di atas, maximal 24 LED serie dinyalakan oleh tegangan spike. Jika satu LED bertegangan 3 volt, maka estimasi  tegangan untuk 24 LED adalah sekitar :

 3 x 24 = 72 volt. 

Tegangan spike aktual sebenarnya lebih tinggi, sekitar 200-300 volt. Walaupun arusnya sangat kecil dan periodenya kurang dari 1 detik, tegangan spike dapat merusak transistor dan IC (Integrated Circuit). Pemasangan dioda terbalik sebagai snubber (peredam) dapat mengurangi tegangan spike.

Jika semua LED serie disambung menjadi total 30 buah LED, akan terjadi kekurangan tegangan pada beberapa LED (voltage drop). Sehingga LED yang kekurangan tegangan tersebut tidak bisa menyala.

LED membutuhkan arus minimal agar menyala. Jika arusnya lebih kecil dari arus minimal, walau tegangannya sangat tinggi, maka LED tidak akan menyala.



No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site