Tuesday, July 17, 2018

Bearing Roda Belakang Mobil Honda, Pemasangan


Artikel ini adalah lanjutan dari artikel tentang cara mengganti bearing roda belakang dari tipe wheel hub assembly (WHA). Bearing tipe WHA ini mudah dipasang, tanpa perlu alat press. Bearing ini sering juga disebut sebagai:  hub assembly, wheel hub unit, wheel hub bearing.

Baca juga cara memeriksa bunyi bearing roda dengan memutar roda dengan tangan.



Bersihkan as roda (spindle), sensor magnetik ABS (Anti-lock Braking System) sebagaimana ditunjuk panah merah di foto di atas, dan area sekitarnya. Bisa menggunakan air sabun, lalu dibilas dengan air bersih.


Prosedur pemasangan wheel hub assembly ini juga dapat dilihat di video YouTube.




Sebagaimana foto di atas, pasang bantalan (bearing) wheel hub assembly (WHA) yang baru dengan memasukkan as roda ke lubang bantalan, lalu bearing didorong dengan tangan sampai mentok. Tidak perlu dipres dengan alat khusus.


Pasang mur as roda, biasanya dapat dengan mudah diputar dengan tangan sampai bearing tidak oblak.


Kencangkan mur as roda dengan kunci socket dengan gagang 3/4 inchi. Kencangkan sampai torsi yang diizinkan dari pabrikan bearing.

Untuk Honda City, Fit, Jazz torsi mur as roda belakang adalah 134 ft-lbs ft = 181 Nm = 18,5 kgf.m. Lebih detail untuk torsi mur as roda untuk berbagai merk dan model mobil dapat dibaca di brosur katalog bearing SKF.




Jika torque wrench tidak tersedia, maka dapat mengaplikasikan prinsip torsi berikut ini. Lihat gambar di atas, torsi atau momen puntir adalah gaya dikalikan panjang lengan.

Jika lengan dipendekkan setengahnya (L), maka agar torsi konstan, gaya harus dinaikkan 2 kali (2F).

Jika lengan dipanjangkan 2 kali (L+L=2L), maka agar torsi konstan, gaya diberikan setengah di atas (F).

Berat badan Anda dapat digunakan sebagai gaya. Jika diketahui berat badan Anda adalah 70 kg, akan menghasilkan gaya sebesar 70 kgf. Maka untuk mendapatkan torsi 18.5 kgf.m, dibutuhkan panjang lengan sebesar:

            18,5 / 70 meter = 0,264 meter atau sama dengan 26,4 centimeter.

Jadi dengan berat badan 70 kg, jika Anda menginjak gagang socket dengan jarak sekitar 26.4 centimeter dari titik pusat mur atau as roda, dengan kedua kaki terangkat dari tanah, maka akan memberikan torsi 18,5 kgf.m.

Hal yang perlu diperhatikan agar torsi akurat, gagang socket harus dalam posisi mendekati datar (level) dengan bumi. Jika posisi gagang tidak datar maka torsi akan mengecil, pada posisi gagang tegak lurus dengan bumi maka torsi akan menjadi nol. Jangan menyentak kaki saat menginjak gagang socket. Jika socket mudah terlepas dari mur, maka perlu minta bantuan orang lain (helper) untuk memegang dan memastikan socket tetap menggenggam mur, saat gagang soket diinjak.

Lebih detail tentang prinsip torsi atau momen gaya dapat dibaca di halaman wikipedia.



Pasang tromol rem dengan mendorongnya dengan tangan, setelah baut roda dipaskan ke lubang-lubang pada tromol rem, seperti memasang roda.


Sebagaimana terlihat pada foto di atas, pasang 2 buah mur roda untuk melindungi baut roda jika palu salah arah. Dengan menggunakan obeng atau center punch yang dipukul dengan palu, buat takik pada mur as roda untuk mengunci as roda.


Tampak pada foto di atas, takik sudah dibuat pada mur as roda, pastikan takik cukup dalam sehingga mur as roda tidak mungkin terputar atau mengendor.


Pasang tutup mur as roda dengan menekannya dengan tangan. Kemudian pasang roda, lalu jackstand dan dongkrak dapat dilepas. Pekerjaan telah selesai.



No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site