Saturday, December 30, 2017

Helicopter As Future City Public Transport Solution



As more and more traffic jam in the city especially at rush hours, helicopter as public transportation could become the answer. Especially for a big helicopter that can carry more than 50 passengers.

In the big city like Jakarta, people are living in suburban area while working in Jakarta. When working days they commute about 25 to 100 km just to go to the office and go home.

Big helicopter like Russian made Mil Mi 26 can carry 90-150 passenger. If it is operated as heli-commuter, the cost of helicopter ticket per passenger per trip is about the same as the cost of taxi with about the same travel distance. While helicopter can travel a lot faster than land transportation. And helicopter is still operational when flood.

When holiday, the city will be less busy. Helicopter can be utilized for holiday transportation. Because traffic jam also is happened at some tourist attraction areas when holiday. This is cannot be done with commuter train, when holiday commuter train will has minimum passenger.

Helicopter is not cheap. It is always more expensive than fixed wing airplane with the same capacity. Because helicopter has much more moving parts than fixed wing airplane.

But because helicopter needs only helipad then the total cost to operate can be much lower than fixed wing airplane.

Helipad is much smaller than runway, and it can be built above a building. So helipad cost can be covered by renting the building space, installing billboard, etc..

Heliport is a helipad with support equipment, passenger area, office, parking area, etc.. Heliport can be built near or above bus station and or commuter train station, etc.. Therefore, passenger can be easily transit from helicopter to other transportation.

By getting some rental rates, the ticket cost for each passenger per trip of 50 km can be estimated as below chart.



Line 1 to 4 are for rental with 100% load factor, because assumed the renter will ensure that the passenger is full to optimize the cost.

Line 5 to 7 are estimated for regular public transport. Line 5 is rental Mil Mi 26 operate in Pakistan to help earth quake victims. Line 6 and 7 are estimated with lower rental rate to get lower ticket cost.

draft....continue to read version in Indonesian language

Tuesday, December 26, 2017

Transjakarta Rute Blok M - Pondok Labu



Selasa sore 26-Desember-2017 saya mencoba rute baru Transjakarta yakni rute 1E, dari Pondok Labu menuju Blok M. Rute ini mulai dicoba sejak Jumat 22-Desember-2017. Bus ini mangkal di jalan Jati Raya Timur, tepatnya di seberang pertigaan dengan jalan Damar Laut. Saya naik dari jalan Jati Raya Timur busnya kosong dan baru saja berjalan. Cuma ada supir dan kondektur wanita.berhijab, beliau adalah mahasiswi yang bekerja sambilan. Bus ini berangkat setiap 20 menit walaupun kosong.

Foto di bawah saat bus mangkal di jalan Jati Raya Timur, tembok di sebelah kiri adalah pembatas lapangan golf Pangkalan Jati, sedangkan jalan Damar Laut di sebelah kanan dan tidak terlihat di foto. Jalan Jati Raya Timur terbelah dua oleh jalur hijau yang tampak rimbun dengan pohon-pohon besar.



Di dekat Al-Izhar Pondok Labu naik seorang penumpang pria setengah baya. Jadi kami hanya berempat dalam bus ini termasuk para petugas. Sesampai di depan jalan Haji Nawi di seberang ITC Fatmawati naik 9 orang. Sehingga total ada 11 penumpang, dan semuanya termasuk saya kemudian turun di Blok M. Ongkosnya Rp 3.500 masih bisa dibayar cash, tapi sebaiknya pakai kartu.


Bus Udara Transportasi Masa Depan saran solusi transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tanggerang, yang cepat, bebas macet dan banjir. Helikopter Mil Mi 26 daya angkut 90 penumpang membuat ongkos ticketnya jadi terjangkau. Estimasi Rp 200.000 Bogor-Jakarta, Rp 100.000 Depok-Jakarta.


Jam menunjukkan pukul 16:35 saat saya naik ke bus di jalan Jati Raya Timur, dan saat saya turun di terminal Blok M jam menunjukkan pukul 17:19. Jadi perjalanan sekitar 44 menit dari Pondok Labu menuju Blok M. Bus memang berjalan perlahan walau jalan tidak macet, mungkin karena masih kosong. Suasana jalan ramai lancar berhubung hari itu masih banyak orang yang libur. Foto di bawah memperlihatkan bus saat tiba di terminal Blok M.


Di terminal Blok M rute 1E ini bergabung satu jalur dengan Transjakarta rute Ciledug, Tendean, Manggarai yang mana banyak penumpangnya. Karena satu jalur maka mudah transit ke rute-rute tersebut dan tidak perlu bayar lagi.

Baca juga rute Blok M - Ciledug koridor 13 melewati jalan layang khusus Transjakarta (Elevated Bus Rapid Transit) sehingga sangat cepat karena bebas macet. Kendaraan lain tidak boleh lewat di jalan layang ini.

Jadwal pagi dimulai jam 5 dan di malam hari bus terakhir berangkat jam 22 dari Pondok Labu, sedangkan yang terakhir dari Blok M berangkat jam 21.

Jumlah kursi 10 di sebelah kiri menghadap kanan, 5 di belakang menghadap depan, dan 3 + 3 di sebelah kanan menghadap kiri, total ada 21 kursi. Seperti terlihat di foto di bawah.



Dari Blok M ke Pondok Labu saya naik Metro Mini 610 untuk membandingkan waktu tempuh. Metro Mini yang saya naiki kebetulan sudah cukup penuh, hampir semua kursi di kiri dan kanan terisi penumpang berjumlah sekitar 13 orang. Hanya menunggu sekitar 3 menit lalu bus berangkat pada pukul 17:50. Metro Mini tiba di Pondok Labu sekitar jam 18:35, atau sekitar 45 menit perjalanan. Jadi lebih kurang sama dengan waktu tempuh dengan Transjakarta. Tapi tentu saja Transjakarta jauh lebih nyaman karena berpendingin udara dan bersih.

Peta rute dapat di lihat di bawah sebagaimana diunduh dari Facebook Forum Diskusi Transportasi Jakarta.


Peta juga dapat dilihat di situs Transjakarta.co.id. Secara umum bus ini mengikuti jalan Pondok Labu Raya, jalan Rumah Sakit Fatmawati dan jalan Panglima Polim Raya.

Foto di bawah adalah tanda terima setelah bus saya bayar tunai.



Wednesday, December 13, 2017

Bus Udara Transportasi Publik Masa Depan




Artikel ini tentang estimasi ongkos ticket helikopter yang terjangkau, jika digunakan sebagai transportasi umum untuk rute Bogor, Depok, Jakarta pergi pulang. Tentu saja bisa diterapkan untuk wilayah sekitar Jakarta lainnya termasuk Tanggerang dan Bekasi yang terkenal macet setiap hari, terutama pada jam sibuk. Jika bisa menggunakan helikopter produksi PTDI, maka akan membantu PTDI juga.

Perhitungan menggunakan jarak 50 km sebagai sampel, lebih kurang sama dengan jarak Bogor ke Jakarta. Harga ticket dianggap terjangkau di kisaran 200 ribu rupiah, karena ongkos ojek online dan taxi sekitar harga tersebut untuk jarak yang sama, sebagaimana dikalkulasi di Perbandingan Tarif di bawah. Jarak Depok ke Jakarta adalah sekitar 25 km, maka ongkosnya sekitar 100 ribu rupiah.

Rusia negara terluas, puluhan tahun gunakan helikopter Mil Mi 26 kapasitas 90-150 orang, untuk transportasi ke tempat terpencil. Selain itu Rusia juga sudah puluhan tahun menggunakan helikopter ukuran medium Mil Mi 8 yang sangat populer di seluruh dunia, berkapasitas sekitar 26 penumpang.



Foto Mil Mi 26 dari airplane-pictures.net

Amerika Serikat sudah lama operasikan Boeing CH-47 Chinook kapasitas 55 orang.



Foto Boeing CH-47 Chinook dari Wikipedia

Karena efektif dan ekonomis, heli-heli besar itu terus diproduksi dan dikembangkan di negaranya, dipakai banyak negara, juga PBB sebagaimana foto Mil Mi 26 di atas. Kedua helikopter tersebut rencananya akan dipakai TNI.

Helikopter lebih cepat dan aman dibanding ojek, taxi, mobil pribadi. Jika Jakarta banjir: ojek, taxi, bus, kereta api, semua macet; helikopter tetap operasional.

Juga menimbang macet Jakarta memboroskan 67,5 triliun/tahun mubazir, sebagaimana dianalisa oleh Bappenas.

Tak butuh jalan, jembatan, rel, runway; cukup heliport saja yang bisa ditempatkan di atas gedung, diprediksi jadi transportasi masa depan. Biaya infrastruktur dialihkan sedikit untuk beli helikopter.


Rental

Tabel di bawah ini menggunakan data rental yang didapat dari beberapa situs, untuk memberi gambaran estimasi harga ticket per orang per trip untuk jarak 50 km. Dicari data-data yang dianggap bisa memberi gambaran yang mendekati kondisi aktual Jabodetabek. 

Data yang didapat dari situs-situs rental biasanya adalah: lokasi, pabrik, model, rental rate, jumlah kursi, dan kecepatan jelajah. Jika data kecepatan jelajah tidak dicantumkan pada situs rental, maka dapat dicari di situs spesifikasi helikopter seperti Wikipedia.

Semua rental rate sudah termasuk biaya bahan bakar.

     
Dari tabel di atas, baris nomor 1 adalah helikopter Mil Mi 8/17 yang berlokasi di Peru. Dengan rental rate (Cost Per Hour, CPH) adalah US$ 3.600.

Jumlah kursi 24 buah. Load factor adalah rasio dari jumlah penumpang (passenger, PAX) dengan kapasitas kursi. Jika load factor 100% artinya penumpang penuh. Baris nomor 1 sampai nomor 4 load factor dianggap 100% karena ini adalah data helikopter untuk charter, bukan untuk transportasi umum reguler. Dengan asumsi pihak yang menyewa akan berusaha mencari kawan agar penumpang selalu penuh, agar ticket jadi murah.

Kecepatan rata-rata dianggap 200 km/jam. Untuk jarak 50 km akan ditempuh dalam ¼ jam atau 15 menit, maka dalam satu jam akan ada 4 trip. Sehingga total penumpang yang dapat diangkut adalah 24 x 4 = 96 orang/jam.

Harga ticket adalah rental rate dibagi jumlah penumpang setiap jam, lalu dikali nilai dollar dalam rupiah:

3.600 / 96 x 13.600 = Rp 510.000 /orang/trip

Demikian seterusnya kalkulasi dilakukan sampai baris nomor 7.

Kecepatan rata-rata dianggap 200 km/jam karena kecepatan jelajah Mil Mi 8/17 adalah 260 km/jam. Kecepatan jelajah (cruise speed) adalah kecepatan paling optimum, agar waktu tempuh paling singkat dengan konsumsi bahan bakar paling effisien. Kecepatan rata-rata lebih rendah dari kecepatan jelajah, karena pada saat take off dan landing helikopter bergerak lambat. Juga ada jeda waktu untuk naik turun penumpang.

Baris nomor 2 adalah Mil Mi 8 MTV yang menurut situsnya berlokasi di United Arab Emirates (UAE) dan Turki dengan rental rate US$ 2.500 dengan 22 tempat duduk. Data lainnya dianggap sama dengan nomor 1.

Baris nomor 3 adalah estimasi, helikopter Mil Mi 8 MTV dengan rental rate US$ 2.500 sebagaimana pada nomor 2. Tapi jumlah penumpangnya dirubah menjadi 40 orang, karena ini adalah jumlah maximal penumpang dari helikopter tipe tersebut jika menggunakan kursi sederhana yang posisinya memanjang agar muat banyak. Bukan kursi mewah dan berposisi melintang.

Baris nomor 4 adalah Mil Mi 8 PS di Rusia dengan rental rate US$ 1.870 tertulis pada situs 110.000 rubles per hour, jumlah kursinya adalah 16. Kecepatan jelajahnya 170 km/jam tertulis pada situs, maka pada tabel dicantumkan 150 km/jam sebagai kecepatan rata-rata. Sehingga total trip per jam adalah: 150 / 50 = 3 trip/jam.

Walau harga sewanya murah, tapi harga ticketnya Rp 529.833 /orang/trip. Itu adalah harga ticket paling tinggi, karena jumlah kursi lebih sedikit dan kecepatan lebih rendah.

Karena nilai sewa yang sangat murah dibanding yang lain, dengan kecepatan 150 km/jam jika kapasitas kursinya 40 orang maka harga ticketnya adalah Rp 211.933 /orang/trip.

Jika kecepatannya 200 km/jam maka harga ticket lebih murah lagi. Tapi karena nilai rental rate yang terlalu murah itu, maka estimasi dengan kapasitas 40 kursi tidak dicantumkan di tabel.

Baris nomor 5 adalah Mil Mi 26 di Pakistan yang disewa oleh World Food Programme (WFP). Rental rate US$ 13.000 per jam termasuk bahan bakar. Karena tidak ada data jumlah kursi, maka pada kolom remarks dicantumkan estimasi. Helikopter ini digunakan untuk mengangkut bantuan ke daerah korban gempa di pegunungan bersalju di Kashmir.

Load factor untuk Mil Mi 26 dianggap sekitar 60% dan 80%, karena kalkulasi ini diperuntukkan sebagai angkutan umum reguler dengan jumlah penumpang yang tidak selalu penuh 100% atau 150 penumpang.

Baris nomor 5 menggunakan rental rate mahal sebagaimana tercantum di situs, dengan load factor 60%, kecepatan rata-rata dianggap 200 km/jam, ketiga hal ini untuk menggambarkan seberapa mahal harga ticket dengan kondisi tersebut.

Baris nomor 6 adalah Mil Mi 26 dengan rental rate diestimasi US$ 7.800 dan load factor 80% sehingga penumpangnya 120 orang, kecepatan rata-rata 220 km/jam agar sedikit lebih banyak trip per jam, maka harga ticketnya Rp 200.909 /orang/trip.

Baris nomor 7 adalah Mil Mi 26 dengan rental rate diestimasi US$ 5.900 dan load factor 60% sehingga penumpangnya 90 orang, kecepatan rata-rata sama dengan baris 6, maka harga ticketnya Rp 202.626 /orang/trip.

Baris nomor 7 untuk memberi gambaran nilai rental rate jika jumlah penumpang rata-rata 90 orang, dengan harga ticket sekitar 200 ribu rupiah.

Sebagai perbandingan, menurut survincity ongkos operasional per jam Mil Mi 26 adalah sekitar 600.000 rubel Rusia atau sekitar US$ 10.200.


Biaya Bahan Bakar

Jika utilisasi tinggi maka biaya bahan bakar dan pemeliharaan akan membengkak. Balik modal jadi lebih cepat dan biaya parkir akan turun. Karena helikopter akan lebih banyak beroperasi daripada parkir.

Konsumsi bahan bakar dapat dilihat pada grafik di situs Pakistan Defence didapat pada ketinggian sekitar 2500 feet Mil Mi 26 mengkonsumsi 2500 kg bahan bakar per jam. Dengan spesifik graviti 0,82 maka volume bahan bakar adalah:

2.500 / 0,82 = 3.049 liter/jam

Ketinggian minimal untuk terbang biasanya adalah 500 feet dari tinggi objek tertinggi. Dari grafik di situs terlihat Mil Mi 26 mengkonsumsi sekitar 2.400 kg/jam jika terbang rendah. Maka volume bahan bakar per jam adalah beratnya di bagi densitasnya (0,82) :

2.400 / 0,82 = 2.927 liter/jam

Data tersebut lebih kurang sama dengan yang tercantum pada demonstrasi Mil Mi 26 di Canada pada Desember 2006, konsumsi bahan bakar 3.000 liter/jam. Maka angka ini digunakan untuk menghitung biaya bahan bakar.

Jika harga bahan bakar US$ 0,514 /liter, maka biaya bahan bakar per jam adalah:

3.000 x 0,514 = US$ 1.542 /jam


Biaya Perawatan

Biaya perawatan sulit untuk mendapatkan data detailnya. Tapi bisa diprediksi dengan mengurangi harga unit bekas yang sudah direkondisi (overhaul) dengan harga unit yang masih butuh rekondisi.

Menurut situs iklan ada dua unit Mil Mi 26 buatan tahun 1991 di Kamboja dengan total airframe time 4.200 jam, kondisi butuh overhaul dan dijual seharga 13 juta dollar untuk keduanya. Sehingga harga rata-ratanya adalah 6,5 juta dollar untuk satu unit.

Jam terbang helikopter di Kamboja ini sekitar 1.320 jam (46%) lebih tinggi daripada utilisasi helikopter di Jabodetabek yaitu 2.880 jam, sebagaimana dikalkulasi di bawah. Semakin tinggi jam terbang maka akan semakin banyak komponen yang harus diganti, semakin mahal biayanya.

Helikopter Mil Mi 26 yang sudah direkondisi diiklankan seharga 9,2 juta euro atau sekitar 10,95 juta dollar. Maka estimasi ongkos rekondisi adalah:

10,95 – 6,5 = 4,45 juta dollar/unit/rekondisi

Helikopter mempunyai banyak komponen yang bergerak. Sehingga harga beli dan biaya perawatan helikopter biasanya lebih mahal dari pesawat bersayap tetap (fixed wing). Apalagi utilisasi yang akan diterapkan sangat tinggi. Oleh karena itu biaya perawatan dibulatkan ke atas menjadi senilai US$ 6.000.000 /unit/tahun.


Anggaran Per Tahun

Tabel berikut ini adalah estimasi anggaran untuk helikopter Mil Mi 26 dengan menggunakan rental rate termurah yaitu US$ 5.900. Nilai rental rate termurah dipakai untuk melihat apakah estimasi rental rate ini bisa diterapkan. Jika menggunakan rental rate yang lebih tinggi pasti akan melonggarkan anggaran.
  

Tabel di atas menunjukkan bahwa rental rate (CPH) US$ 5.900 dikalikan dengan jumlah jam kerja per tahun.

Jika utilisasi helikopter rata-rata 10 jam per hari, 6 hari per minggu, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun, maka dalam satu tahun akan bekerja atau terbang selama:

10 x 6 x 4 x 12 = 2.880 jam

Dengan rental rate termurah di tabel rental untuk Mil Mi 26 adalah US$ 5.900, maka total anggaran setahun adalah sebesar:

5.900 x 2.880 = US$ 16.992.000 /tahun


Biaya bahan bakar per tahun senilai 1.542 x 2880 = US$ 4.440.960 atau 26%.

Perawatan, perbaikan, dan overhaul diestimasi US$ 6.000.000 atau 35%.

Maka akan ada sisa anggaran untuk balik modal pembelian (capital), heliport, asuransi, gaji pegawai, dan lain-lain, yaitu senilai US$ 6.551.040 atau 39%.

Untuk biaya heliport juga bisa ditutup dari menyewakan properti, misalnya: parkir kendaraan, pemasangan iklan pada dinding gedung heliport, sewa ruangan, dan lain-lain. Beberapa helipad di Jakarta di tempatkan di atas hotel, kantor, dan lain-lain, tapi umumnya helipad tersebut untuk helikopter berpenumpang 4-6 orang.


Mi 26

Helikopter Mil Mi 26 adalah helikopter terbesar, mulai terbang tahun 1977. Kecepatan jelajahnya 255 km/jam. Menurut AircraftCompare untuk Mil Mi 26 versi sipil harga barunya berkisar US$ 15-18 juta. Karena ukurannya sangat besar, sehingga jarang dioperasikan swasta dan sulit mencari datanya.

Dari situs WFP didapat rental rate Mil Mi 26 adalah US$ 13.000/jam termasuk bahan bakar di Muzaffarabad, Kashmir, Pakistan. Di lokasi tersebut cuacanya ekstrim, jika musim salju temperatur udara dapat serendah minus 20 derajat Celcius.

Ongkos mobilisasi dan demobilisasi jadi tinggi karena bekerja berpindah-pindah di luar negeri, cuaca ekstrim, dan bekerja di daerah konflik menyebabkan rental rate jadi tinggi.

Sebuah Mil Mi 26 tertembak jatuh di Helmand Afganistan saat disewa untuk misi kemanusian, enam orang awak helikopter meninggal.


Mi 8

Mil Mi 8 diterbangkan pertama kali tahun 1961 dan produksi masih berlanjut sampai sekarang. Helikopter ini paling banyak diproduksi di dunia melampaui 17.000 unit total.. Disusul dengan Bell UH-1 Iroquois diproduksi lebih dari 11.582 unit, sebagaimana dapat dibaca di Wikipedia.



Foto Mil Mi 8 dari Wikipedia


Di tahun 2008 harga Mil Mi-8MT pre-owned (unit bekas yang sudah direkondisi) sekitar US$ 4-4,2 juta di Rusia. Tingginya permintaan Mil Mi-8MT pada pasar pre-owned diperkuat oleh kekurangan dan harga tinggi dari helicopter baru, membuat harga pre-owned naik ke sekitar US$ 6,5 juta di tahun 2010.

Hal ini karena adanya sekitar 300 Mil Mi-8MT (dikenal sebagai Mi-17 di pasar ekspor) ditempatkan di Afghanistan untuk pasukan koalisi internasional, kontraktor swasta atau di bawah kontrak PBB.

Sekitar tahun 2010, harga Mil Mi-8MT yang baru dirakit pabrik naik menjadi $ 9-10 juta dari tiga tahun sebelumnya (2007) hanya US$ 3,5 juta.

Namun, kenaikan harga bisa turun karena permintaan di Afghanistan melambat.

Untuk buatan tahun 1980-an atau awal 1990-an dalam kondisi baik, Mil Mi 8 bisa dibeli seharga US$ 1,2-2 juta. Umur operasional dari Mil Mi-8 dibatasi sampai 35 tahun. Dalam beberapa kasus, biro desain Mil Mi dapat memperpanjangnya menjadi 40 tahun.

Dua unit Mil Mi-8 milik dinas militer Finlandia sejak tahun 1973, dipensiunkan di sekitar tahun 2010 dengan jam terbang sangat tinggi, mencapai lebih dari 36.000 jam pada setiap unit. Walau sudah berumur sekitar 37 tahun, dengan sekitar 1.000 jam terbang tiap tahun, tapi selama beroperasi tidak pernah mengalami kecelakaan serius maupun kecelakaan fatal (korban meninggal). Kedua unit masih mempunyai sisa umur pakai sekitar 2 tahun atau beberapa ratus jam terbang lagi pada airframe-nya. Umur pakai airframe (bodi pesawat) adalah salah satu faktor yang menentukan apakah helikopter dipensiunkan atau tidak.

Di tahun 2013 Amerika membeli 30 unit Mil Mi 17 untuk digunakan di Afganistan. Helikopter ini terbukti andal beroperasi di suhu udara yang panas di dataran rendah, juga andal beroperasi di pegunungan di Afganistan. Helikopter tersebut akan dihibahkan ke angkatan bersenjata Afganistan.


CH-47

Harga baru Boeing CH-47 mencapai US$ 38,55 juta, lebih mahal dari Mil Mi 26 dan penumpangnya jauh lebih sedikit yaitu 55 orang. Maka harga ticketnya bisa lebih mahal dari Mil Mi 26. 

Tapi pernah ada beberapa unit yang dijual bekas dengan harga sangat murah, sampai serendah US$ 3 juta, tahun produksi 1990, sebagaimana diberitakan bizjournals. Sepertinya sudah tidak layak untuk mengangkut penumpang, sehingga perlu rekondisi. Jika setelah rekondisi harganya masih di bawah Mil Mi 26, maka ongkos ticketnya bisa lebih murah dari Mil Mi 26. Tidak perlu rekondisi dengan standard militer, cukup standard sipil saja.

Menurut Pakistan Defence, karena lebih ringan CH-47 konsumsi bahan bakarnya jauh lebih irit dibanding Mil Mi 26. Konsumsi bahan bakar yang irit bisa menurunkan harga ticket secara signifikan. Kecepatan jelajahnya sangat tinggi mencapai 296 km/jam.

Boeing CH-47 belum ketemu rental cost yang mirip kondisi Jabodetabek, karena ukurannya sangat besar sehingga jarang dioperasikan swasta. Ada perusahaan swasta yang menyewakan CH-47 dan variannya yaitu Vertol 234 dan Vertol 107, tapi tidak mencantumkan rental rate.


Utilisasi

Sebagai komuter Jabodetabek utilisasinya akan tinggi +-10 jam/hari, yaitu di saat jam sibuk pagi hari dan sore hari. Jika utilisasi tinggi maka rental cost per hour bisa murah. Ongkos mobilisasi-demobilisasi juga akan kecil.

Saat liburan panjang seperti: Lebaran, Natal, tahun baru; Jakarta sepi. Helikopter bus udara bisa di-utilisasi untuk mudik, atau untuk liburan lainnya seperti ke: Puncak, Sukabumi, Merak, dan lain-lain. yang sering macet total.

Agar utilisasi tinggi, biasanya desain heli untuk berbagai kondisi dan multirole seperti: logistic, SAR, medivac, terbang tinggi, suhu ekstrim, amphibi, militer, auxiliary fuel tank, aerial refueling, dan lain-lain. Dan dilengkapi berbagai peralatan yang mahal harganya.

Tapi kemampuan multirole tidak diperlukan untuk komuter Jabodetabek.

Nantinya dipesan dari PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) helikopter khusus komuter sesuai kondisi Jabodetabek, tidak perlu peralatan mahal selain untuk: angkut massal, terbang rendah, jarak pendek. Sehingga harganya lebih murah dan kapasitas penumpang lebih banyak, maka harga ticket bisa terjangkau.

Mungkin NAS332 Super Puma dari PTDI bisa dibuat khusus untuk komuter Jabodetabek?? EC725 Super Cougar produk terbaru dari PTDI sepertinya terlalu canggih dan mahal untuk komuter.


Taxi Udara

Helikopter taxi udara sudah banyak, juga beroperasi di Jakarta. Taxi udara ekslusif dengan rute yang dapat dipilih penumpang ongkosnya sekitar US$ 1.000/jam per orang. Taxi udara di Amerika untuk rute tetap Morristown-Manhattan ditempuh selama 12 menit dengan ongkos US$ 145 per trip per orang. Biasanya dengan helikopter ukuran medium berjumlah penumpang 4-6 orang.

Uji coba Volocopter sedang dilakukan di Dubai bekerja sama dengan Jerman. Transportasi taxi terbang ini menggunakan automatic drone tanpa pilot berkapasitas dua penumpang. Karena menggunakan sistem yang canggih, rute yang variatif, dan jumlah penumpangnya sedikit sehingga ekslusif, transportasi ini pasti akan mahal. Tapi biaya bukan masalah bagi Dubai (Uni Emirat Arab) karena pendapatan per kapita yang sangat tinggi, masuk dalam ranking 10 besar dunia.


Perbandingan Tarif

Sebagaimana dikutip dari blog.duitpintar.com, sekedar informasi jika menggunakan ojek online yang sangat popular saat ini, ongkos untuk jarak 50 km adalah:

Tarif jam sibuk GO-RIDE atau GoJek adalah Rp 2.500 per km (jarak 0-12 km) dan di atas 12 km dikenakan Rp 3.000 per km, maka untuk 50 km adalah: 3.000 x 50 = Rp 150.000.


GrabBike tarifnya: Rp 1.750 per km untuk 12 km pertama. Tarif di atas 12 km = Rp 3.000 per km. Biaya tambahan pada jam sibuk = Rp 2.500,

maka untuk 50 km adalah: (1.750 x 12) + (3000 x (50-12)) + 2.500 = Rp 137.500.


Untuk Uber Motor biaya dasar per perjalanan = Rp 1.000, biaya per menit = Rp 100, tarif per km pada 12 km pertama = Rp 1.250 per km, tarif per km di atas 12 km = Rp 2.000 per km.

Jika dianggap untuk jarak 50 km dapat ditempuh dalam 2 jam sama dengan 120 menit, maka:

ongkos untuk 50 km adalah: 1000 + (100 x 120) + (1.250 x 12) + (2.000 x (50-12)) = Rp 104.000


Untuk rombongan sampai 5 orang menggunakan taxi bisa lebih murah jika ongkos ditanggung bersama, dan tidak kehujanan. Taxi Express tarifnya Rp 3.800 per km, ongkos buka pintu Rp 6.500. Jadi untuk jarak 50 km maka ongkosnya adalah: 6.500 + (3.800 x 50) = Rp 196.500

Tapi kendaraan darat tidak bisa menempuh garis lurus jika berjalan ke suatu tujuan, sehingga jarak aktualnya akan lebih jauh, maka ongkos aktualnya jadi lebih besar dari perhitungan. Dan tentu saja waktu tempuh jauh lebih lama karena adanya kemacetan, bisa mencapai dua jam bahkan lebih jika dengan taxi.


Heliport

Heliport adalah bandara kecil yang cocok untuk digunakan oleh helikopter. Heliport mempunyai helipad atau landasan helikopter, bangunan kantor, ruang tunggu penumpang, tempat parkir, dan sarana penunjang lainnya layaknya sebuah bandara.

Semua rintangan seperti : bangunan, pohon, menara, ataupun rintangan lainnya, dalam radius 5000 feet (1524 meter) dari helipad, yang melampaui perbandingan 25:1 harus dievaluasi. Setiap radius 25 meter tinggi rintangan maximal adalah 1 meter dari tinggi helipad, jika lebih tinggi harus dievaluasi. Maka untuk jarak radius 100 meter tinggi maximal rintangan adalah 4 meter. Jika helipad ditempatkan di tempat tinggi maka rintangan-rintangan akan jadi lebih rendah, sehingga lebih aman.

Untuk wilayah perkotaan di mana harga tanah sangat mahal seperti Jakarta, helipad bisa ditempatkan di atas gedung parkir, stasiun kereta api komuter, stasiun busway, agar penumpang mudah transit. Ukuran minimal helipad untuk Mil Mi 26 adalah sekitar 120 x 120 meter, termasuk safety area. Tentu saja harus dicheck dan dipastikan aman terlebih dulu oleh safety inspector.

Mirip dengan konsep mal di terminal Blok M, dengan terminal bus di atas tanah, dan ada area pertokoan di dalam tanah di bawah terminal bus.

Helipad untuk Mil Mi 26 tersebut cukup kecil jika dibanding pesawat terbang dengan kapasitas penumpang 90 orang yang membutuhkan landasan sepanjang sekitar 1.000 meter, dan tidak bisa ditempatkan di atas gedung.


Kesimpulan
Dengan semakin banyaknya helikopter yang diproduksi maka harga jualnya semakin murah dan semakin mudah mendapat layanan purna jual. Mungkin helikopter transportasi massal atau bus udara sudah bisa diterapkan di Indonesia.

Semoga idea Bus Udara transportasi massal masa depan ini bisa membantu ekonomi Jabodetabek dan sekalian membantu PTDI.

Saturday, November 25, 2017

Fast Beautiful Controllable Soap Boats Sail Long Distance




This book is an Amazon e-book (special format for Kindle book) about complete guide to create model of boat or ship that could sail without burning fuel, no electricity, and no wind blow. The book is also available in Google books. See below video about 3 colorful origami boat sail together, and a fast boat sails in a long water gutter.

Read also about educational submarines toy which can move forward, dive and resurface, like the real one: baking powder submarine and also electric submarine.

More info about ship and submarine science toys which can move like the real ones, can be read in label boat .



Below video shows that boat is very simple, no complicated moving parts inside. It is very easy to made using household materials and can be performed by a 10-year-old child. Watch a video about 3 origami soap boats sail closely in circle.


But the basic principles to support the boat performance is state of the art technology. Therefore, the book can be a good education for children or adults who want to learn about the boat and ship technology.

Some boat designs are tested to find the best performance. This way the reader can analyze, compare, find, and create their own designs, which hopefully would be better. Video below shows how fast this soap boat can sail with relatively heavy origami body.


The boat is using soap as 'fuel'. Some soaps, shampoos, shower gels, detergents have been tested. Although some chemicals such as alcohol, acetone, can also be used, but this book focuses only on benign household materials.

The boat can be used as promotional gifts for children soap and shampoo products. Because it is very cheap to produce, easy to be packed and transported along with the main product (soaps and shampoos).

With plastic paper origami, the boat could be made to have top body to make it looks beautiful like a real boat.

Kapal Sabun Yang Cantik, Cepat, Berlayar Jauh, Terkendali
Dua buah buku tentang kapal sabun cantik dan kencang ini tersedia di Google atau lihat ke alamat di bawah ini:

Juga tersedia berbagai buku tentang kapal selam baking powder yang dapat menyelam dan naik kembali ke permukaan. Dan juga buku tentang kapal dan kapal selam bertenaga baterai. Keterangan lebih lanjut dapat juga dibaca di artikel-artikel dengan label boat di situs ini.



Sunday, November 19, 2017

TomTom Runner Cardio GPS Watch, Repair Start Switch



TomTom Runner Cardio start switch is not responding. The video below is showing how to repair start switch. A small piece of paper or plastic or rubber band is inserted to allow rocker to press micro switch.



Sunday, August 20, 2017

Aluminum Laser Pistol For Dry Fire Practice



This laser pistol can be used to shooting practice safely at almost anywhere: at home, at the office, etc. This laser pistol also can be used as a laser pointer for presentation.


Pistol Laser Aluminium Untuk Latihan Menembak Tanpa Peluru
Pistol laser ini bisa digunakan untuk latihan menembak dengan aman di mana saja: di rumah, di kantor, dll. Pistol laser ini juga bisa digunakan sebagai laser pointer untuk presentasi.

3 targets shooting video



Wednesday, July 19, 2017

Homemade Working Model Submarine, Baking Powder Powered



This book is a complete guide to build a beautiful model of submarine that can dive, surface, and move forward without electric power. The submarine design is very simple, yet effective. Nothing complicated moving parts inside the submarine. The submarine is very easy to be crafted by using cheap household materials and can be done by 10 years old kid.

The basic principles that support the submarine performance is state of the art technology. Therefore, this book is a good education for kids or adults who would like to learn about submarine technology.

Some submarine designs are tested to find the best performance. This way readers can analyze, compare and hopefully find and create their own design, which could be even better.

This submarine science toy is using baking powder as ‘fuel’. Using origami of plastic paper and polystyrene, this submarine looks like a real submarine.

View a video about a submarine in action.



Book is available in Google book:

Also available in Amazon e-book for Kindle: Home Made Working Model Submarine

More info about boats including soap boat, electric boat and submarine, please click 'boat' label in this site.

Monday, June 19, 2017

Home Made Wooden Laser Pistols





Laser gun become popular because increased levels of safety. You can practice shooting at almost everywhere. Today laser diode can be purchased easily with very low price. Therefore, laser gun can be fabricated easily at home. Four model of pistols are described in the book. You can practice shooting at any time safely without worrying to hurt people, also without damaging something. This laser gun can also be used as laser pointer. The book is available in Amazon.

https://www.amazon.com/HOME-MADE-WOODEN-LASER-PISTOLS-ebook/dp/B0776F4C86




                                                           

Monday, May 22, 2017

How To Make Science Toys Ship & Submarine: Made Of Household Materials, Battery Powered



This book is a complete guide to build model boat and submarine with electric power, and made of household material such as: polystyrene, drinking straw, rubber band, zinc plate, etc..

Boat and submarine are an application of Archimedes’ principle. This book guides reader to build science toys to learn and practice Archimedes’ principle.

Beside Archimedes’ principle, hydrodynamic (the study of liquids in motion) also become a major consideration to ensure boat and submarine to perform well. Hydrodynamic not only determines boat and submarine body design, it determines also propeller design.

By understanding about Archimedes’ principle and hydrodynamic, the submarine can be set to dive, hover in water, and resurface.

Check to below address to watch videos about homemade drinking straw submarine in action:


More info please read in the book:

Make-Science-Toys-Ship-Submarine

If the link doesnt work, copy-paste below address to your browser:
https://www.amazon.com/Make-Science-Toys-Ship-Submarine-ebook/dp/B06XSPTLRQ




Thursday, April 20, 2017

Electronic Chime Sound Target For Laser Pistol




This shooting target are used for shooting practice with laser pistol. The laser gun is made of a modified laser pointer with a pistol handle and a pulse-shaped laser beam that resembles a bullet passing through.

This shooting target is made of a stainless steel cup. There is a hole in the center of the target paper, if the laser beam hits the center (bulls eye), then the laser beam enters the cup, and will be reflected. Since the target paper is smaller than the cup's mouth, the reflected laser beam can be seen as a luminous outer ring.

See the following video:



An electronic circuit can be applied to this shooting target to create chime sound like bell or like steel hit by a bullet when bullseye. See the following video:





Monday, March 20, 2017

Sasaran Elektronik Berbunyi Denting Untuk Pistol Laser




Sasaran tembak ini digunakan untuk latihan menembak dengan pistol laser. Pistol laser tersebut dibuat dari laser pointer yang dimodifikasi dengan gagang pistol dan sinar lasernya berbentuk pulsa sehingga mirip peluru melintas.

Sasaran terbuat dari mangkok stainless steel. Pada bagian tengah kertas sasaran terdapat lubang, jika sinar laser tepat kena bagian tengah (bullseye) maka sinar laser masuk ke dalam mangkok dan terpantul. Karena kertas sasaran lebih kecil dari mulut mangkok, maka sinar laser yang terpantul dapat terlihat sebagai lingkaran luar yang bercahaya. Lihat video berikut:



Sasaran tersebut dapat ditambahkan rangkaian elektronik agar berdenting seperti lonceng atau seperti baja yang terhantam peluru jika bullseye. Lihat video berikut:






Monday, February 20, 2017

Bicycles At Fatahillah Square, Jakarta Old City




Rental bicycles at Fatahillah square, Jakarta Old town. Some classic buildings were built by Dutch. Best time to visit in the afternoon. Cafes and restaurants are available here, good place for gathering. Easy to access by train and bus as it is close to commuter train station and busway terminal.

Penyewaan sepeda di lapangan Fatahillah, kota tua Jakarta. Beberapa bangunan klasik yang dibangun oleh Belanda. Waktu terbaik untuk mengunjungi di sore hari. Cafe dan restoran tersedia di sini, tempat yang baik untuk pertemuan. Mudah diakses dengan kereta api dan bus karena dekat dengan stasiun kereta api komuter dan terminal busway.

Friday, January 20, 2017

Laser Pointer Pistol With Optical Target




Laser pointer  in the photo above has a wooden handle as hand grip and becomes a laser gun. Laser is activated by pulling the trigger. There is a circuit that use a condenser in order to turn on the laser for less than 1/4 seconds. The laser pulse is like a bullet flying to target, watch below video.



By using a simple switch, the laser can be set to turn on continuously, and can be used as a pointer, such as for presentation at the office.

The shooting target is shown below. The target will deflect the laser beam and project the beam as a line on to a wall or screen at the back of that shooting target. So it can be noticed if the target hit by the laser beam. If laser beam doesn't hit the target, then the laser beam will be seen forming a bright small point on the wall at the back of shooting target.



In the following video. shooting target will project laser beam on to the wall and form star-shaped if the target hit right in the center (bullseye).


If the target hit on it's side, the laser beam will be projected on to the wall and form a line. The following video shows the laser beam of pointer hit every sections of target.


Because the laser beam can still be switched on continuously, so this laser pistol still can be used as a pointer for presentations.